Gagal Mediasi, Wali Murid tidak hadir minta Proses Hukum dilanjut

BANYUWANGIJawara Post—Upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik antara para wali murid yang anaknya menjadi korban cukur paksa oleh Oknum Guru SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur menemui jalan buntu.

Mediasi yang sedianya di Mapolsek Rogojampi hanya dihadiri oleh pihak oknum guru yang didampingi kedua orang tuanya. Hasilnya mediasipun gagal total.

Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi mengatakan, pihaknya akan mengutamakan jalan mediasi untuk menyelesaikan konflik para wali murid dengan oknum guru tersebut. Namun, rencana mediasi yang dijadwalkan hari ini kamis (14/3/2019) tidak berjalan sesuai dengan harapan.

“Tidak ada mediasi untuk hari ini, karena hanya dihadiri oleh pihak oknum guru. Sedang pihak wali murid tidak ada yang hadir,” ungkap Agung kepada awak media.

 

Beberapa wali murid menyesalkan sikap kepala sekolah SDN 2 Patoman yang telah memulangkan anaknya saat jam sekolah berlangsung, dengan alasan untuk memberitahukan orang tuanya agar datang ke Polsek Rogojampi untuk mediasi.

“Ya saya menyayangkan kenapa murid dipulangkan pada saat jam sekolah, yang jelas kami minta proses tetap lanjut,” kata MR salah satu wali murid.

Sedangkan kepala sekolah SDN Patoman 2 Mochamad Badil saat dikonfirmasi hal tersebut membantah dan mengatakan jika siswa di pulangkan karena adanya upaya mediasi di Poksek Rogijampi.

“Dipulangkan biar bisa datang ke Polsek untuk mediasi,” kata Badil.Sementara salah satu wali murid yang hadir di sekolah sempat menandatangani surat pernyataan yang isinya untuk mencabut laporan polisi terhadap oknum guru yang dilaporkan.

Akan tetapi kepala desa, Patoman Drs Suwito mengatakan jika yang datang ke sekolah dan menandatangani surat pernyataan damai dan mencabut berkas bukanlah wali murid yang melaporkan.

Dhonny



Menyingkap Tabir Menguak Fakta