GEMPARR…..ABG 16 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

MANSA – Seorang ABG (anak baru gede) lelaki berusia 16 tahun di Punjab, India, diikat sebuah pilar di penggilingan padi dan dibakar hidup-hidup hingga tewas. Remaja dari kasta Dalit itu dibunuh secara mengerikan setelah kakaknya nekat kawin lari dengan sang kekasih yang tak disetujui.

Polisi di Punjab pada hari Minggu mengatakan korban diidentifikasi bernama Jaspreet Singh. Lokasi pembakaran korban di distrik Mansa.

Ada tiga tersangka pembunuhan yang telah ditangkap polisi. Mereka adalah saudara dari perempuan yang diajak kawin lari; Jashan Singh, sepupu korban; Gurjeet Singh dan teman korban Raju Singh.

“Sesuai penyelidikan kami, Jaspreet Singh pertama kali diikat pada pilar dengan tali, dan kemudian bensin dituangkan di atasnya sebelum (api) membakarnya,” kata petugas kantor polisi Mansa, Sukhjeet Singh, seperti dikutip dari Indian Express, Selasa (26/11/2019).

Polisi mengatakan korban meninggal di tempat kejadian.

Menurut polisi, kakak korban; Kulwinder Singh, kawin lari dengan saudara perempuan Jashan Singh dua tahun lalu.

“Pasangan itu mulai tinggal di Budhlada, sekitar 30 km dari kota, dan belum pernah mengunjungi rumah orang tua mereka bahkan setelah menikah,” kata petugas polisi tersebut.

“Mereka juga memiliki putra berusia satu tahun. Sesuai informasi yang dikumpulkan dari keluarga Jashan, Jaspreet pergi dan meledek (Jashan) dan keluarganya tentang pernikahan itu dan mengatakan Kulwinder akan pulang dan mulai tinggal bersama mereka segera,” lanjut polisi.

Keluarga Jashan tidak senang dengan pernikahan tanpa restu tersebut dan tidak mengizinkan pasangan itu pulang ke Mansa.

Ayah Jaspreet, Surat Singh mengatakan bahwa pada Jumat malam ketiga tersangka telah datang ke rumah mereka untuk membawa putranya, yakni korban, bersama mereka. Operasi pencarian diluncurkan setelah ABG 16 tahun itu tidak pulang.

Ketua Komisi Kasta Negara Bagian Punjab Tejinder Kaur mengatakan insiden itu brutal dan merupakan pembunuhan berdarah dingin.

“Komisi menangani masalah yang berkaitan dengan Dalit versus kasta lain, dan bukan Dalit versus Dalit,” katanya, seraya menambahkan bahwa pelakunya harus ditindak sesuai dengan hukum.

Sherly/JP



Menyingkap Tabir Menguak Fakta