MAULID NABI

HUSAMAH BAHRES : AMPON SAE, LANJUTKAN 2 PRIODE

Terukir Indah Jejak Sang Nahkoda Nomer 04

BESUKI,….Secound city yang perlahan mulai bangkit dengan optimisme, meski belum semegah kelurahan. Sejumlah sisi nampak mempesona, culture dan kearifan lokal, terus ditampakkan. Lima tahun berlalu, kota bekas Karesidenan ini, semakin maju. Sehingga, Besuki tidak lagi menyandang gelar kota yang tergadaikan.

Itu semua tidaklah tanpa seorang nahkoda yang setia kepada rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Bukan cuma soal kejujuran, tidak hanya tentang konsistensi, kometmen dalam jiwa sang nahkodalah yang patut diapresiasi. Husamah Bahres, Kades Besuki yang di ibaratkan seorang Nahkoda dan Desa Besuki adalah kapalnya.

Tidak terasa, masyarakat Besuki sebentar lagi akan menentukan pilihannya. Ada 4 calon kepala desa yang akan menghiasi bursa pilkades Besuki. Husamah Bahres, pria yang low profeil ini, mampu merangkul seluruh kalangan masyarakat, mulai abang becak, nelayan, aktifis, penegak hukum, hingga tokoh – tokoh agama diwilayah barat kota santri ini.

Calon incumben ini tidak banyak meminta kepada masyarakat Besuki (daerah pemilihan), hanya saja berpesan agar tidak mudah diprovokasi, dibeli, apalagi di intervensi. “Saya berharap warga Besuki semakin cerdas. Bile ampon sae (cak madureh), maka lanjutkan agar semakin sae (baik) kedepannya,” ucapnya, usai terima nomor urut 04.

Disisi lain, sejumlah tokoh agama berpendapat bahwa, selama ini status lahan bangunan masjid desa, Al – Raudah, remang – remang. Namun, ketika sang nahkoda ini mengendalikan stabilitas pembangunan dan kesejahteraan warga Besuki, setatus tersebut kini telah jelas dan legalitasnya lahan plus bangunan masjid Al Raudah juga berbadan hukum pasti.

Sementara, seorang pengamat budaya menuturkan bahwa, konsistensi dan kometment kepemimpinan Husamah Bahres selaku Kades Besuki 2014 – 2019, telah menunjukan bahwa budaya dan kearifan lokal semakin merona, bukan berjalan mundur. Event kebudayaan terus didengungkan, demi integritas Besuki semakin dikenal oleh khalayak ramai.

Intinya, memilihlah calon kepala desa dengan bijak, serta gunakan hak suara pemilih denga benar. Pasalnya, pilihan kita akan menentukan masa depan desa 6 tahu kedepan. “Sekali lagi, kata orang madura “Bile ampon sae, lanjutkan. 04 nomer Husamah Bahres, mon pon sepak.. nyara pas lares” kata timses Husmah Bares.

Sekadar diketahui, bursa pilkases Besuki ada 4 kandidat masing – masing Iwan nomor urut 01, Slamet nomor urut 02, disusul Ribut dengan nomor 03. Sedangkan incumben Husamah Bahres, mendapat nomor Urut 04 yang konon katanya, Nomor angka jadi keberuntungannya.

Jawara Post



Menyingkap Tabir Menguak Fakta