Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D

Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Senior Kapolri Menjadi Kapolda Sulsel

INDONESIA, Jawara Post— Ajudan Presiden RI Jokowi mengalami perubahan dari institusi Polri setelah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan Mutasi Perwira Polri besar-besaran.

Jenderal Tito melakukan promosi dan Mutasi sebanyak 331 Perwira Menengah (Pamen) dan Periwira Tinggi (Pati) di lingkungan tubuh polri.

Mutasi yang tertuang dalam empat Surat Telegram (ST) atas nama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditandatangani oleh Asisten Sumber daya Manusia (ADM) Polri Irjen Pol Indra Heri.

Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di lingkup Polri kembali dimutasi. Mereka yang dimutasi di antaranya Irjen Pol Hamidin. Ia dimutasi dari jabatan lamanya sebagai Kepala Polda Sulsel ke Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu berdasarkan Surat Telegram dari Kapolri bernomor ST/2316/IX/2019, tertanggal 2 September 2019. Berdasarkan telegram tersebut, pengganti Hamidin sebagai Kapolda Sulsel tercantum nama Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengakui adanya mutasi tersebut. “Info mutasi itu benar,” katanya via telepon, Selasa (3/9/2019) malam.

Sekadar diketahui, Guntur Laupe adalah jenderal kelahiran Parepare, 23 Juli 1963. Saat ini usianya 56 tahun. Pendidikannya sejak SD hingga SMA diselesaikan di Kota Parepare. Ia tercatat alumni SMPN 3 Parepare dan SMAN 2 Parepare.

Walau masih menyandang pangkat bintang dua, Guntur Laupe sebenarnya lebih senior dari atasannya, Jenderal Tito Karnavian yang menjabat Kapolri.

Tito adalah lulusan Akademi Polisi (AKPOL) pada tahun 1987. Sedangkan Guntur Laupe lulusan Akademi Polisi pada tahun 1986. Senior satu tahun dari Tito Karnivian, Kapolri sekarang ini.

Trib/red/JP

 



Menyingkap Tabir Menguak Fakta