Disini Kuberpijak di BUMI MERDEKA

JAWA TIMUR : BEGAL MERAJALELA, WARGA DICEKAM KETAKUTAN

LUMAJANGJawara Post— Masyarakat pengguna jalan dihantui rasa ketakutan tatkala melintas dijalan kawasan Lumajang. Bagaimana mungkin, dalam semalam terjadi dua pembegalan yang diantaranya merenggut korban jiwa. Tak pelak, Tim Cobra yang belakangan naik dau dibikin klimpungan guna menyingkap tabir keberadaa para pelaku.

Istri korban aaat dilokasi kejadian

Sabtu tanggal 21 September 2019 sekira pukul 18.30 WIB, telah terjadi perampasan atau disebut begal satu unit sepeda monor jenis Honda Vario Nopol P 6148 KE, warna hitam, Noka: MH1JFU119GK518781, Nosin: JFU1E1523507, An RISMIYANTO, alamat Dsn Apeldento, Rt. 002/004, Ds Bagorejo, Kecamatan Gumukmas.

Ceritanya, korban dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jember, sewaktu melintas di TKP (kawasan Jajag) korban disuruh berhenti oleh kedua pelaku dengan mengacungkan senjata tajam ( celurit ), setelah korban berhenti pelaku memaksa meminta sepeda motor korban kemudian membacok dan melarikan diri ke arah selatan.

Rismiyanto, warga Jember, 37 tahun, wiraswasta alamat Dusun Apeldento, Rt. 002 Rw 004 Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember, terpaksa kehilangan nyawanya. Saat kejadian, ia terkena sabetan clurit dan lukanya cukup parah dibagian perut. Sementara istrinya tak bisa berbuat banyak melihat peristiwa berdarah itu.

Korban yang sedang membonceng anak dan istrinya ini meninggal dunia, diduga kuat akibat luka parah dan banyak mengeluarkan darah dilokasi kejadian. Sementara, Liyatus Solikan istrinya menjadi saksi kebrutalan sang begal sadis tersebut. Wanita kelahiran 1989 ini nampak masih syok berat.

Korban syok berat

Saat ini, peristiwa itu sedang ditangani pihak kepolisian Resort Lumajang, Polda Jawa Timur. Besar harapan warga masyrakat agar kejadian ini secepatnya terungkap, bahkan pelakunya bisa dihukum seberat beratnya. Saat bersamaan tersiar kabar bahwa ada pembegalan di timurnya Alfamart Banyuputih, korbannya dari Kalipenggung.

Team/red/Jp



Menyingkap Tabir Menguak Fakta