MAULID NABI

Komplotan Pencuri Satroni Rumah Dokter

MALANG,  Jawara Post– Komplotan pencuri beraksi di Jalan Tambora 42, Kota Malang Jumat (27/7). Sasarannya rumah milik pulmonologist atau dokter spesialis paru senior, yakni Dr. Sandi Agung S. Jumlahnya pelakunya sekitar enam orang, beberapa di antaranya menyaru sebagai pasien. Lima orang bertugas mengalihkan perhatian, sedangkan eksekutornya satu orang.
.
Kejadian tersebut terjadi menjelang Salat Jumat, sekitar pukul 09.15, ada dua orang yang masuk ke dalam rumah dan berpura-pura menjadi pasien yang hendak memeriksakan kesehatannya. Sementara, keempat orang lainnya, ada di depan rumah dan mengawasi situasi sekitar dengan posisi berpencar.
.
“Ada yang duduk di depan rumah, di seberang dan di depan rumah majikan saya ini. Empat orang duduknya berpencar,” ungkap Syahdan Adi Sucipto, 42 tukang kebun tetangga depan rumah korban, sambil menunjuk lokasi.
.
Menurutnya, ketika itu, Sandi Agung dan istrinya sedang berada di dalam kamar. Ketika ada pasien, Sandi langsung menemuinya. Sementara, istrinya masih ada di dalam kamar. Ketika itu, sang istri juga sempat melihat satu orang di depan rumah. Namun, tak menyangka bahwa orang tersebut adalah komplotan pencuri.
“Saat ditanya, dia katanya sedang lihat-lihat taman, namun dia tidak curiga dan langsung masuk,” ungkap dia.

 

 

Perhatian, untuk kita-kita yang keluarga atau putra-putrinya suka mengkonsumsi jajanan dengan menggunakan bumbu tabur, terutama yang mengandung cabe kering seperti cilok, tahu krispy, singkong goreng, atau yang lain, monggo dievaluasi kembali.

Lebih lanjut, Syahdan mengungkapkan, dua pelaku lainnya berjaga di depan rumah korban dengan mengendarai motor, dua pelaku lainnya lagi berada di depan samping rumah tetangga korban dengan memarkirkan motornya tepat di depan rumah majikannya sembari mengawasi situasi sekitar.

.
“Mungkin pas satu pelaku mengalihkan perhatian istrinya itu di depan taman, pelaku lain masuk rumah tanpa diketahui. Apalagi suaminya kan juga sedang sibuk melayani pelaku lain yang menyamar sebagai pasien,” beber dia.
.
Kemudian, Syahdan melihat, pelaku lain yang berada di depan rumah majikannya terlihat menghampiri pelaku lain yang terlihat keluar dari rumah korban. Saat itu pelaku terlihat mengambil sesuatu dan kembali ke motor.
“Tak lama kemudian, satu per satu pelaku keluar dari rumah korban dan sempat ada tetangga lain yang tahu. Sebelumnya juga ada satu pelaku yang mengalihkan perhatian tukang bangunan yang sedang bekerja di depan rumah korban. Tukang bangunan tersebut juga tidak menyangka jika mereka pencuri,” papar dia.
.
Ketika meninggalkan lokasi kejadian, keenam pelaku meninggalkan rumah dengan tenang dan seolah tak terjadi apa-apa. Menurut Syahdan, keenam pelaku tersebut masih berusia produktif. Satu orang berusia sekitar 25 tahun dan lima orang lainnya berusia sekitar 40 tahun.
.
Selang beberapa menit, korban baru sadar setelah melihat kondisi rumahnya dalam keadaan  acak-acakan. Selanjutnya korban langsung melapor ke pihak keamanan dan pihak RT setempat. Sejumlah barang berharga seperti tiga buah kalung emas, tiga buah cincin emas dan uang tunai sebesar Rp 25 juta raib. Total kerugian yang dialami korban ditaksir Rp 61 juta.
.
Dalam aksi pencurian tersebut, ketika para pencuri masuk dan keluar, mereka sempat terekam oleh kamera CCTV milik tetangga. Dalam CCTV tersebut, memperlihatkan para pelaku nampak terburu-buru dan bergegas pergi usai melancarkan aksinya. Namun satu pelaku yang mengendarai motor Matic jenis Vario, samar-samar sempat terekam wajahnya.
.
Sementara itu, pihak keamanan, Agus Turiyanto, 41 mengungkapkan, selama kurang lebih satu minggu terakhir, ia sering melihat ada orang-orang mencurigakan yang ada di kawasan tersebut. “Saya tidak curiga sama sekali. Saya pikir orang berteduh biasa. Seringnya di bawah pohon mangga dekat sini,” ungkap dia kepada Jawara Post.
.
Agus mengaku, ketika sedang melakukan patroli rutin, orang-orang tersebut langsung pergi ketika dirinya melintas.
“Ketika saya lewat, mereka semua pergi. Nggak tahu ke mana. Gitu terus selama satu minggu. Kemudian ada kejadian ini, kaget juga,” papar dia.
.
Secara terpisah Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, di mana anggotanya yang menangani kasus ini mengaku masih melakukan penyelidikan lebih dalam.  “Masih kami selidiki dan kami dalami,” tandas dia singkat.
.
Sementara itu, saat akan ditemui dirumahnya, Sandi Agung dan istrinya sedang tidak berada di tempat. Rumah korban dalam keadaan kosong tanpa terlihat adanya garis polisi. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Malang Post, dokter Sandi Agung merupakan dokter senior yang masuk dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Malang.
.
Sehari-hari, pria kelahiran Surabaya tersebut menjalani praktek di RS Panti Nirmala Malang, RS Panti Waluya Malang dan Apotek Nusakambangan Malang.
.
Awak media mencoba melakukan konfirmasi dengan mendatangi rumah korban para malam hari. Sekitar 10 menit, istri dokter Sandi Agung keluar sambil ketakutan. “Dokternya lagi keluar, aduh. Maaf ya,” ujar dia singkat dari dalam rumah tanpa membuka pagar.
@tea/ary

TAG

Menyingkap Tabir Menguak Fakta