Limbah RPH Ganggu Warga Panji Anom

Bali, Jawara Post
– Beberapa bulan terakhir ini sejumlah warga mengeluh karena lingkungan mereka terganggu akibat pencemaran dari Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi di Dusun Batu Puluh Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada. Warga ini tidak tahan dengan aroma busuk hingga sisa daging bekas aktifitas pemotongan sapi di sebalah barat jalan di dusun mereka dibiarkan berserakan. Warga meminta agar instanasi terkait melakukan pengendalian limbah. Selain itu, warga mengusulkan agar pemerintah memikirkan upaya relokasi RPH dari lokasi yang sekarang ini.

RPH Sapi ini sejak lama dibangun oleh dan dioperasikan oleh Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Areal RPH beselebehan dengan lingkungan pemukiman warga Dusun Batu Pulu. Pada pagian timur memang sudah dilengkapi dengan pagar pembatas dengan tembok batako. Sementara di sisi barat yang berbatasan dengan irigasi pertanian, hanya dibatasi dengan kawat.
RPH mulai beroperasi sejak dini hari sekitar pukul 02.00 wita. Ketika pagi hari aroma tidak sedap yang bersumber dari areal RPH hingga sore hari. Tidak itu saja, anjing liar pun kerap kali membawa limbah seperti potongan daging, tulang, dan kulit sapi masuk ke pekarangan atau kebun milik warga. Bahkan, sering ditemukan anak sapi yang diduga terlanjur dipotong di RPH. Limbah ini berserakan hingga ke perkampungan diduga dibuang begitu saja di lama RPH.
Warga yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panji Anom Putu Mara Minggu (1/7) mengaku terganggu dengan pencemaran bau busuk dari RPH tersebut. Setiap hari, dirinya dan beberapa warga lain di sekitar RPH mencium aroma busuk yang menganggu kebersihan udara di wilayahnya. Selain itu, dia mengaku terganggu karena sering menemukan sisa daging atau tulang sapi yang dibawa anjing liar masuk ke pekarangan atau kebun warga. Ini karena limbah tidak dikelola dengan baik, melainkan dibuang beigtu saja di dalam RPH dan areal RPH tidak ditutup dengan pagar permanen, sehingga aning liar bebeas keluar masuk.
“Sudah lama dan mulai pagi smapai sore hari kami mencium bau amis, busuk dan tulang belulang sapi berserakan mulai di pinggir jalan sampai di pekarangan. Dulu katanya ada bak penampung limbah di dalam, tapi kenyataanya setiap hari bau amis,” katanya.


Menyingkap Tabir Menguak Fakta