MANDOR PROYEK TERSENGAT LISTRIK, TEWAS MENGENASKAN

KARANGANYAR BALI, Jawara Post Insiden tewas kesetrum kembali terjadi di Karanganyar. Setelah warga kerjabakti di Matesih, kali ini seorang pekerja proyek bangunan, ditemukan meregang nyawa setelah tersengat aliran listrik di lokasi kerjanya.

Korban diketahui bernama Sugito (60). Ia tewas saat tersengat aliran listrik tegangan tinggi di Dukuh Silamat RT 002/RW XII, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Pria asal Gunung Mijil RT 5/26, Ngringo, Jaten itu diketahui berposisi sebagai mandor proyek. Ia menemui ajal setelah kesetrum saat bekerja di atap bangunan, Sabtu sekitar pukul 12.30 WIB.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban dan beberspa pekerja sedang mengerjakan proyek sebuah showroom di wilayah Jaten.

Menurut sejumlah saksi, saat kejadian korban berada di lantai dua dan hendak melakukan pekerjaan pengecatan atap.

Sementara, sebagian pekerja berada di lantai bawah untuk memasang keramik. Entah dari mana mulanya, mendadak korban berteriak dan kemudian sudah tergeletak.

“Kami tidak tahu kejadian persisnya karena kami di bawah masang keramik. Tahu-tahu sudah ramai kalau kesetrum,” ujar Sulardi, rekan sesama buruh di lokasi itu.

Tak lama berselang tim gabungan dari SAR, BPBD, relawan dan tim kepolisian langsung meluncur ke lokasi. Kemudian jasad korban dievakuasi bersama-sama dan dibawa ke RSUD Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan visum.

Salah satu personel rescue SAR Karanganyar, Tri Joko kepada wartawan mengatakan dari hasil evakuasi, korban diketahui hendak menaikkan cat ke atap dengan besi.

Nahas, besi yang digunakan mengangkat cat menyentuh kabel jaringan listrik tegangan tinggi sehingga aliran listrik pun mengenai korban.

Sementara, Wakil Kepala Bidang Operasional SAR Karanganyar, M. Rasyid Al Fauzan, menuturkan proses evakuasi cukup sulit dan agak memakan waktu. Hal itu dikarenakan lokasi kejadian yang agak sulit dan kondisi korban yang lengket dengan seng karena terbakar.

“Ada yang di atap memasukkan jenazah ke kantong dan menerima kantong berisi jenazah di bawah,” paparnya.

Wardoyo/JP



Menyingkap Tabir Menguak Fakta