Nasib Mu…..Stasiun Bayeman Probolinggo

APA dan bagaimana…Stasiun Kereta Api Bayeman

PROBOLIBGGO JATIMJawara Post –Stasiun Kereta Api Bayeman (BYM) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Bayeman, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember yang berada pada ketinggian + 6 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kelas III atau kecil.
.
Stasiun ini terletak di Jalan Raya Tongas atau Jalan Pantura, Desa Dungun, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah utara atau depan Pasar Bayeman. Di belakang stasiun ini ada pantai yang lumayan indah, yaitu Pantai Bahak Indah.
.

Bangunan Stasiun Bayeman ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Pembangunan stasiun ini diperkirakan bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Pasuruan-Probolinggo-Klakah yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1884 hingga tahun 1895.

.

Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek jalur kereta api di Jawa untuk line menuju bagian timur (oosterlijnen) sepanjang 74 kilometer.

.

Pengerjaannya dimulai dari Pasuruan menuju Probolinggo dan selesai pada tahun 1884, selang sepuluh tahun barulah dilanjutkan pengerjaannya dari Probolinggo menuju Klakah.

Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur rel di mana jalur 1 digunakan sebagai sepur lurus, ke arah barat menuju Stasiun Grati dan yang ke timur menuju ke stasiun Peobolinggo.

.
Mengingat fungsinya sebagai stasiun kelas III atau kecil, aktivitas yang ada di stasiun ini juga tidak banyak. Hanya digunakan sebagai stasiun untuk tempat persilangan atau persusulan antarkereta api. Jadi, tidak ada aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang di stasiun ini.
.
Sebenarnya bila dilihat letaknya, stasiun ini bisa prospektif untuk angkutan orang maupun barang, mengingat lokasinya yang berseberangan dengan Pasar Bayeman, dan Pantai Bahak Indah.
.
Hal ini pula yang menyebabkan stasiun ini dikenal dengan Stasiun Bayeman meski sesungguhnya letak stasiun ini berada di Desa Dungun, bukan Desa Bayeman. Kemungkinan dulunya stasiun ini berkontribusi kepada kebutuhan yang ada di pasar, atau mengangkut komoditas dari pasar tersebut untuk dibawa ke daerah lain.
.
Kali ini, Dinas Perhubungan (Disub) Kabupaten Probolinggo pasrah terhadap proses peningkatan stasiun Bayeman sebagai transit. Ini karena prosesnya sampai sekarang jalan di tempat.
.
Diduga penyebab utamanya adalah pandemi Covid-19 yang membuat rencana ini tak menentu.
.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan, sejauh ini proses untuk stasiun Bayeman menjadi stasiunt transit sudah di meja menteri.

.

Akan tetapi, karena pandemi, maka urusan perubahan stasiun itu belum ada keputusan sampai saat ini.

.

Redaksi


Menyingkap Tabir Menguak Fakta