Pemdes dan Anggota BPD Silomukti Kompak Tolak Uloeng Jadi Ketua BPD

MLANDINGAN, JP. Com — Paska rapat koordinasi dan evaluasi BPD Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, sejumlah anggota BPD dan Instrument perangkat desa, kompak menolak Agoes Uloenggono jadi ketua BPD.

Hal itu disampaikan oleh Herpandi, selaku ketua BPD priode 2019 – 2025, didampingi sejumlah instrumen pemdes.

“Daftar hadir dan hasil rapat, tidak singkron, alias sarat manipulasi juklak juknis yang ada. Undangan dan pelaksanaan rakor, tidak selaras,” ujarnya.

Senada, anggota Silomukti juga mengatakan bahwa sejumlah (tanda tangan) anggota bukan disaat forum, melainkan dor to dor.

“Bahasanya akan ada rakor persiapan pemantapan Musdus dan Musdes, serta Evaluasi kinerja pemerintahan desa,” timpalnya kompak.

Fakta di lapangan, 6 anggota BPD dan sejumlah RT juga RW, serta sejumlah tokoh masyarakat sepakat tanda tangan dalam surat penolakan dan bermaterai.

Bahkan dalam musi penolakan ini, terkuak kalau wakil ketua BPD terkesan ambisius jadi ketua BPD dan hendak intervensi kinerja pemerintah Desa.

“Kami punya bukti, baik dokumentasi data autentik (tulis) maupun data audio records, serta visual bersumber dari CCTV yang terpasang di balai desa,” kata Dodit Hariyanto, SE., MBA, selaku Kades Silomukti.

Lucunya lagi, belum disahkan sebagai Ketua BPD, Agoes Uloenggono telah mengantongi stample BPD, sehingga stample BPD saat ini ganda.

“Kami sudah nyaman dengan pemdes yang sekarang. Jika ada kelompok yang akan membuat desa kami tak kondusif, maka kami akan pasang badan,” kata Sujana, diamini tomas lainnya.

Sementara, Agoes Uloenggono yang mengaku terpilih dan mendapat 3 suara dalam voting saat 7 anggota BPD hadir dalam rakor, merasa dirinya bertindak sesuai aturan.

“Dalam voting kan hanya butuh 50 plus 1 dari jumlah BPD. Hadir dalam rakor 7 orang dan 4 lainnya memperoleh poin 1, yang 2 milih saya,” bantah pria yang juga ASN Kehutanan ini.

Menyikapi hal ini, pemdes Silomukti akan segera mengevaluasinya dengan koordinasi bersama muspika dan Pemkab Situbondo.

“Jangan sampai rakyat berteriak dan menempuh jalan sendiri. Kami tidak ingin ketentraman warga masyarakat Silomukti terusik hanya lantaran ulah salah seorang warga,” ucap Kades Yayan, panggilan Dodit Hariyanto.

Redaksi



Menyingkap Tabir Menguak Fakta