RADAR ARJUNO : TOLAK INTIM, TUKANG PIJAT DIANIAYA

MALANGJawara Post – Seorang tukang pijat panggilan, Umi Kulsum, 34, menjadi korban penganiayaan. Warga asal Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun ini, dianiaya oleh pelanggannya, di rumah kontrakan Jalan Terusan Danau Kerinci, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis.
.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di wajahnya. Terutama kedua mata serta mulutnya. Sedangkan pelaku yang diketahui bernama Aris, hingga kemarin masih dalam pengejaran polisi.
.
“Untuk pelaku masih kami selidiki. Pasalnya, korban maupun saksi sama sekali tidak mengetahui identitas asli serta alamat tempat tinggalnya,” ungkap Kanitreskrim Polsek Pakis, Aiptu Teguh Dermawan.
.
Peristiwa penganiayaan, terjadi Minggu (23/9) siang lalu sekitar pukul 14.00 di dalam rumah kontrakan korban. Kisahnya, korban yang diketahui bekerja sebagai tukang pijat ini, kedatangan pelaku yang mengaku bernama Aris. Pelaku datang karena ingin menggunakan jasa korban untuk memijatnya.
.
.

Lantaran, sebelumnya sekitar lima hari lalu, pelaku juga pernah pijat, akhirnya korban menerima dengan baik. Ia sama sekali tidak menaruh curiga. Selanjutnya, korban mengajak pelaku ke kamar belakang untuk pijat.

.
Sebelum pijat, antara korban dan pelaku sempat ngobrol. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, pelaku sempat mengajak korban berhubungan intim, namun ditolak oleh korban. Alasannya, karena korban hanya memijat saja.
.
Mungkin karena terjadi salah paham omongan itulah, membuat pelaku emosi. Ia langsung memukuli wajah dan kepala korban berkali-kali. Hingga kedua mata korban bengkak, pelipis kirinya robek dan bagian belakang telinga korban berdarah.
.
Puas menganiaya, pelaku langsung buru-buru kabur. Korban yang kesakitan langsung meminta tolong pada keluarganya. Selanjutnya dibantu tetangganya, membawa korban ke RSSA Malang. Kejadian itu juga langsung dilaporkan ke petugas Polsek Pakis. “Motif penganiayaan sementara karena salah paham,” ujarnya.
@agp/ary

TAG

Menyingkap Tabir Menguak Fakta