RADAR BESUKI : International Tour de Banyuwangi Ijen Di Ramaikan Pembalap 25 Negara

BANYUWANGI, Jawara Post– Ajang balap sepeda bertajuk International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) kembali digelar Pemkab Banyuwangi.

‘Spirit of Blue Fire’, Sebagai Tema di Tahun ini sebanyak 20 tim dan pembalap dari 25 negara telah hadir dan siap bertanding menaklukkan empat etape ITdBI yang digelar mulai tanggal 26-29 September 2018.

Seluruh peserta ITdBI 2018, hadir menyapa warga Banyuwangi dalam opening ceremony yang berlangsung di depan Kantor Bupati Banyuwangi Senin (24/09) malam.

Opening ceremony dibuka langsung oleh Staf Ahli Bidang Multikultura sekaligus Ketua Tim Calender of Event Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti. Saat satu persatu anggota tim naik panggung untuk diperkenalkan diri didepan para undangan dan masyarakat Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Esthy Reko Astuti mengatakan, saat ini ITdBI telah masuk Calendar of Event Indonesia. Pihaknya pun berkomitmen penuh mendukung even ini.

“Kami senang even sport Tourism ini turut menyumbang kunjungan wisatawan. Apalagi disini aksesibilitas dan amenitasnya sudah lengkap, tinggal menjaga sustainability-nya dengan jadwal yang tetap,” ujar Esthy.

Dia juga memberikan apresiasi dan merasa bangga karena saat opening ceremony berlangsung, tagar #PesonaTourDeBanyuwangiIjen jadi trending topic pertama di media sosial.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat ini tengah berada di Lombok, NTB untuk menyerahkan bantuan masyarakat Banyuwangi untuk korban bencana gempa bumi. Melalui sambungan face time, Bupati Anas mengatakan, ITdBI telah menjadi even yang membanggakan bagi Banyuwangi. Dengan dukungan dari Kementrian Pariwisata, menambah semangat Banyuwangi untuk terus melakukan yang terbaik.

“Terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung kami. Ini akan jadi energi positif bagi penyelenggaraan ITdBI,” kata Anas.

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua Pengurus Besar ISSI, Benny Subagio mengungkapkan, jika melihat dari fasilitas akomodasi maupun peserta yang terlibat, ITdBI sudah bisa memenuhi persyaratan untuk menggelar balap sepeda 2.1, level tertinggi di balapan sepeda UCI. Benny pun berharap Banyuwangi bisa naik ke level ini di tahun yang akan datang. Saat ini ITdBI masih kategori balap sepeda 2.2.

“Saat ini, baru Tour de Indonesia yang masuk kategori 2.1. Saya optimis Banyuwangi bisa melakukannya,” ujarnya.

Pada ITdBI tahun ini, peserta akan melintasi empat etape dengan rute sepanjang 599 KM. Pembalap akan diajak melintasi rute yang menawarkan keelokan alam Banyuwangi. Pada etape I, pembalap akan melintasi rute sepanjang 153,1 KM. Start dari depan kantor Pemkab Banyuwangi dengan finish di Rowo Bayu Kecamatan Songgon.

Selanjutnya, pada etape 2 dengan jarak tempuh 179,3 KM, race akan dimulai dari Stasiun Kalibaru menuju finish di Kantor Bupati Banyuwangi. Etape ke 3 akan menempuh 139,4 KM. Dimulai dari ruang terbuka Maron Kecamatan Genteng menuju finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Etape keempat merupakan etape terakhir menempuh jarak 127,2 KM. Start dari Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, finish di Paltuding Ijen, Kecamatan Licin.

Ke 19 tim peserta ITdBI 2018 adalah Nex CCN Cycling Team dari Laos, FORCA Amskin dari Korea, Global Cycling Team dari Belanda, Kinan Cycling Team Jepang, Ningxia Sport Livial dari China, PCS CCN Cycling team Belanda, Team Sapura Cycling Malaysia, Thailand Continental Cycling Team, ST. George Cyling Team Australia, PGN Road Cycling Team Indonesia, Bike Life Dongnai Vietnam, KFC Cycling Team Indonesia, Advan Customs Cycling Team Indonesia, 7Eleven Philipina, Trengganu Cycling Team Malaysia, Java Partizan Serbia, Team McDonald Downunder Australia, Uijeongbu City Team Korea dan Banyuwangi Road Cycling Club( BRCC) Team Indonesia.

@dony



Menyingkap Tabir Menguak Fakta