RADAR BESUKI : Warga Marah, PT BSI diminta Tanggung Jawab

BANYUWANGIJawara Post – Aksi warga yang menolak adanya tambang emas Tumpangpitu dengan membagikan stiker tolak tambang saat berlangsungnya acara simulasi penangulangan bencana tsunami di pantai Mustika, Pancer Kecamatan Pesanggaran Sabtu (04/01/2019) siang berbuntut panjang.

Warga tersulut emosi karena saat melakukan aksi membagikan stiker tolak tambang sempat dihalau petugas keamanan dan membuat seorang ibu paruh baya pingsan karena dipaksa minggir dari acara yang dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Kapolda Jatim, Pangdam Jaya dan pejabat pejabat lainya.

Baca juga 》 RADAR BESUKI : Gelar Simulasi Disambut Demo Tolak Tambang Emas

Warga yang terlanjur marah akhirmya memblokade jalan yang sering dilalui oleh kendaraan milik PT BSI selaku pengelola tambang emas, sekitar pukul 22.00 wib.

Dari pantauan Jawarapost, warga yang berjumlah kurang lebih 100 orang mulai berkumpul di area jembatan Pesanggaran, Siliragung sekitar pukul 21.00 Wib. 

Sekitar pukul 22.00 wib warga memblokade jalan dan tidak memperbolehkan 8 unit kendaraan truck pengangkut yang diduga milik PT. BSI sedang melewati jalan tersebut dengan alasan kelas jalan tidak layak untuk kendaraan berat jenis truck tronton.

“Kendaraan truck tronton ini tidak layak melewati jalan yang bukan kelasnya, jalan jadi rusak dan tidak ada tangungjawabnya,” teriak warga dengan emosi.

Simak Juga 》 RADAR BESUKI : Aktivis Tolak Tambang Emas Tumpangpitu Gelar Aksi di Kejaksaan Negeri

Beberapa warga juga menduga jika ijin rekomendasi yang diberikan dinas PU Propinsi jatim sudah habis. “Ini jalan desa bukan jalan propinsi,” kata salah satu warga yang bergerombol.

Sementara, tetkait sejumlah truk besar yang diblokade warga pendemo, hingga berita ini tayank belum bisa dipastikan milik siapa. Pihak PT BSI belum bisa diklarifikasi, pasalnya hari  ini libur. “Sekarang hari libur Mas,” jawab perwakilan humas PT BSI.

Donny/red



Menyingkap Tabir Menguak Fakta