RADAR JAYAPURA : Kirab Pemuda 2018 dilepas di Sota, perbatasan RI-Papua Nugini

PAPUAJawara Post—Ribuan orang menyaksikan secara langsung pelepasan Kirab Pemuda 2018 yang berjumlah 45 orang. Pelepasan dipusatkan di batas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Papua Nugini (PNG), tepatnya di Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Pelepasan berlangsung Jumat (7/9/2018), ditandai pemukulan tifa oleh Deputi I Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Faisal Abdullah,didampingi Bupati Merauke, Frederikus Gebze.

Selain itu, penyerahan bendera Kirab Pemuda 2018 dari salah seorang perwakilan pemuda kepada Deputi dan diterima Bupati Merauke.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih  kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang telah mengambil start untuk kegiatan Kirab Pemuda tahun ini dengan fokus dari titik nol Timur Indonesia tepatnya di Distrik Sota.

Kirab pemuda, menurut Bupati Freddy, adalah gerakan pemuda di seluruh Indonesia yang harus disyukuri bersama. Meskipun Menpora tak hadir, namun semangat terus digelorakan.

“Kita harus terus memberikan perhatian, lantaran ini adalah bagian dari pemuda dan olahraga. Apalagi Merauke juga  nantinya sebagai klaster pelaksanaan PON 2020,” ungkapnya.

Perjalanan pemuda, katanya, sekaligus menyatukan semua orang. Mereka akan menjadi mesin jet yang terus bergerak dari satu daerah ke daerah lain mulai dari Merauke sampai Sabang.

“Saya berharap kepada peserta kirab pemuda agar perjalanan dari satu daerah ke daerah lain,  tetap menghargai budaya setempat. Lalu memberikan senyum sapa kepada masyarakat setempat sekaligus belajar kehidupan mereka,” pintanya.

Deputi I Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Faisal Abdullah, dalam sambutannya mengungkapkan dengan bergabungnya satu pemuda dari Merauke, maka jumlah peserta Kirab Pemuda menjadi 45 orang, yang berasal dari 34 provinsi yang tersebar di Indonesia.

“Begitu juga di Sabang seperti demikian. Sehingga jumlahnya menjadi 45 orang.  Sebenarnya jumlah keseluruhan 100 orang termasuk juga  wartawan, kepolisian, utusan Kemenpora, serta dokter,” katanya.

“Hari ini adalah pelepasan kirab pemuda di bagian timur NKRI yang dilangsungkan di Sota. Saya berharap  perjalanan pemuda dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional terhada Indonesia yang telah membuktikan pahlawan olahraga dalam pelaksanaan Asian Games dengan memperoleh 31 medali emas serta menempati urutan keempat,” imbuhnya.

Di tangan pemuda, jelas Deputi, dapat memberikan laporan kepada semua orang tentang berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Apakah betul pembangunan telah berjalan. Kalian utusan pemuda yang melihat dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia,” katanya.

Pemuda juga, lanjut Deputi, menjadi saksi hidup bagaimana bangsa ini membangun diri serta mandiri yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Ditambahkan, selama 73 hari peserta kirab pemuda akan berada di lapangan.

“Kabarkan kepada kita semua bangsa Indonesia termasuk pemuda lain, apakah pembangunan telah berjalan baik atau tidak,” pintanya.

Selain itu, jelas dia, kalian adalah hasil rekruitmen yang ketat dan telah menggugurkan ribuan pemuda lain dari Sabang hinga Merauke dan hanya terpilih 90 orang menjadi duta pemuda. Olehnya, lanjut Deputi Menpora, para pemuda diminta mencurahkan segara tenaga dan pikiran kepada bangsa di setiap titik yang dikunjungi..

@max



Menyingkap Tabir Menguak Fakta