RADAR JP : Dari Majapahit hingga Milenial

SEMARANGJawara Post—Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa, untuk menyatukan Nusantara. Fase berikutnya, bangsa-bangsa asing silih berganti datang, mulai Laksamana Cheng Ho sampai orang-orang Eropa. Nusantara pun berubah dalam banyak kisahnya.

Mulai dari Belanda, Jepang, hingga kemudian lahirlah Sumpah Pemuda. Masa itu dimulailah pergerakan kemerdekaan, sampai akhirnya lahir era pembangunan dan masa kini.

Gambaran tentang perjalanan Indonesia dipentaskan secara kolosal berbentuk drama, tari, dan musik. Pentas bertema Jejak Kirana Nusantara di Semarang ini menjadi kegiatan Nation Building 2018, yakni program pembekalan soft skills untuk para penerima Djarum Beasiswa Plus yang digelar oleh Djarum Foundation.

Tahun ini Nation Building diikuti 500 mahasiswa dari 90 perguruan tinggi di 34 provinsi.

Salah satu pondasi penting dari kualitas yang diharapkan para lulusan perguruan tinggi adalah rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat.

“Sehingga kami berusaha konsisten menggelar program Nation Building ini untuk menguatkan pemahaman makna dan hakekat kebangsaan mereka,” kata Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad, Selasa, 25 September 2018.

Primadi mengatakan, wawasan kebangsaan sangat penting sebagai modal kepercayaan diri dan rasa hormat mahasiswa untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. “Dan kami ingin mereka punya rasa persatuan dan kebanggaan sebagai anak Indonesia dalam mewujudkan cita-cita menjadikan bangsa ini sebagai bangsa besar yang bermartabat,” tambah Primadi.

Sementara itu, koreografer drama kolosal Deni Malik mengatakan, tidak sulit untuk mengarahkan para mahasiswa. Sebab, mereka sudah adalah orang- orang yang pintar.

“Kita belajar, berdiskusi musik. Dengan waktu empat hari langsung dalam drama musikal. Jadi saya optimis. Karena kalau tidak pintar tidak ada di sini,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Laksmi Lestari, Program Asiciate Bakti Pendidikan Djarum Fondasion mengatakan, Djarum bea siswa plus ini ada proses pembelajaran soft skill. Program tersebut merupakan satu tambahan program.

Mahasiswa diajarkan kebersamaan, empati dan kedua nilai-nilai kedewasaan. Kemudian bertanggung jawab.

“Soft skill porsinya sedikit apalagi ada untuk pelatihan ke masyarakat. Memberikan solusi masyarakat. Produk yang dihasilkan masyarakat.

Pementasan drama tersebut adalah bagian dari penutup rangkaian pelatihan soft skills yang diberikan selama setahun. Para mahasiswa juga mengikuti diskusi kebangsaan, kunjungan kebudayaan.

Adapun Djarum Beasiswa Plus adalah program beasiswa yang dilengkapi pelatihan keterampilan lunak (soft skills) dan sudah memasuki usia 34 tahun. Dirintis sejak 1984, program ini sudah memberikan beasiswa kepada 10.825 mahasiswa di lebih dari 121 perguruan tinggi di 34 provinsi di Indonesia.

@yuda



Menyingkap Tabir Menguak Fakta