RADAR JP : Okupasi Terapis Profesi Menjanjikan di Masa Depan

JAWARA POST —Program Studi (Prodi) Okupasi Terapis (OT) Universitas Indonesia (UI) merupakan salah satu prodi yang berpotensi menjanjikan pekerjaan di masa depan. Prodi Okupasi UI ini sudah ada sejak 1997 berada dalam naungan Program Pendidikan Vokasi UI.

Ketua Program Studi Okupasi Terapi UI, Gunawan Wicakcono menyebutkan, Lulusan prodi ini nantinya akan bergelut dalam melatih seseorang yang memiliki gangguan fisik dan jiwa. Yang dilakukan agar pasien tersebut mampu mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Contohnya pasien stroke diajarkan pakai baju sendiri, lalu melatih anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami keterlambatan pertumbuhan,”kata Gunawan di Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

Lingkup pekerjaannya seperti pada pediatri, geriatri, psikososial, gangguan fisik dan kesehatan kerja. Contoh pada anak, Okupasi Terapi banyak berperan dalam membangun kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus seperti Down Syndrome, Attention Deficit and Hyperactivity DisordersAttention Deficult DisorderCerebral PalsyLearning Disorder dan lainnya.

Baca: RADAR ARJUNO : Satpol PP Garuk PSK Hingga Uber – uberan

Menurut Gunawan, prodi okupasi ini menjadi salah satu program studi yang paling diminati dari mahasiswa. Hal tersebut bisa dilihat dari konsistensi kenaikan jumlah peminat dalam program studi ini setiap tahunnya.

Di tahun 2018, ujar Gunawan, jumlah pendaftar meningkat sebanyak 30 persen dibanding dengan tahun sebelumnya. “Animo ini tentunya tidak lepas dari kebutuhan tenaga kesehatan di bidang Okupasi Terapi. Kebutuhan masih sangat tinggi di mana dalam kondisi ideal satu orang pasien perlu ditangani sekurangnya selama 60 menit. Seluruh rumah sakit perlu memiliki Okupasi Terapi, belum lagi sekolah-sekolah anak berkebutuhan khusus atau pengelola yayasan geritatri,” papar Gunawan.

Sementara itu, Kepala Laboratorium OT Vokasi UI, Hermito Gideon mengatakan, daya serap lulusan prodi okupasi ini mencapai 100 persen. Mereka berpotensi kerja di berbagai unit pada rumah sakit umum, khusus, pemerintah, swasta, sekolah khusus, klinik, konsultan okupasi, dan praktik dokter spesialis.

“Lulusan juga disiapkan peluang untuk bekerja di berbagai rumah sakit luar negeri,” terang Hermito.

Namun, di Indonesia sendiri prodi OT ini hanya terdapat di dua perguruan tinggi. Di antaranya adalah UI dan Poltekes Surakarta.

Redaksi



Menyingkap Tabir Menguak Fakta