RADAR MADURA : Akibat gempa, 3 orang meninggal dunia, 6 orang luka luka

SUMENEPJawara Post–Kekuatan gempa yang terjadi di wilayah Situbondo dengan magnitudo 6,4 Skala Righter, menyebabkan 2 (dua) orang meninggal dunia dan 7 (tujuh) orang luka-luka di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Selain itu, juga dikabarkan dampak gempa Situbondo membuat sejumlah rumah rusak di Kabupaten Sumenep.

Baca : RADAR JP : GEMPA SITUBONDO, WARGA SURABAYA PANIK

Berdasarkan rilis yang diterima media ini dari Koramil 0827/20 Sapudi, dua orang yang meninggal dunia itu yakni warga Dusun Jambusok Desa Prambanan yakni, H Nadar (60) dan Nuril Kamelia (7).

Sementara korban luka-luka yakni Aswiya (65) warga Dusun Pancor, Desa Pancor, Sudik (60) warga Dusun Wakduwak, Desa Pancor, Hj. Nasia (55) warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan.
Lalu Lihami (70) warga Dusun Guder Deje, Desa Nyamplong, Muhawiya (60) Dusun Karang Nyiur, Desa Prambanan, Muhamad (65) Desa Karang Nyiur Desa Prambanan, dan H. Samsu (65) Dusun Panggung, Desa Prambanan.

Saat ini, para korban telah dievakuasi ke Puskesmas Gayam dan Sapudi guna dilakukan perawatan medis. Sementara kerugian materi masih belum bisa didokumentasikan karena kendala lapangan jalan.

Untuk diketahui, pada hari Kamis, 11 Oktober 2018, pukul 01.44.57 WIB, wilayah Laut Bali diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3.

Simak pula : RADAR BESUKI : Gempa Bumi Guncang Situbondo, Zero Korban Jiwa

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

BMKG menyebut, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

Subaidi

Biro Sumenep



Menyingkap Tabir Menguak Fakta