RADAR NUSANTARA : 11 Orang Nelayan Pohuwato Nyaris Tenggelam, Tiga Orang Belum Dievakuasi

GORONTALO, Jawara Post – Cuaca buruk yang berimbas tingginya gelombang laut membuat sembilan orang nelayan di Pohuwato sempat galau di tengah laut. Meskipun kini sudah ada yang berhasil diselamatkan, namun tiga orang lainnya kini masih terkatung-katung.

Informasi yang berhasil dihimpun, sembilan orang nelayan itu yakni enam orang dri Wanggarasi dan lima lainnya dari Marisa. Nelayan dari Wanggarasi yakni, Aswin Madu, Wani Madu, Roy Abdul, Ka Tumu, Ka Jabi dan Aten. Lima orang lainnya yang berasal dari Marisa yakni Saleh Iji, Suparno Muksin, Inton Ismail, Agus Katili dan Weli Dunggio

Musiba berawal dari kapal enam nelayan dari Wanggarasi  dihantam ombak, Ahad (12/01/2019) pukul 14.15 Wita. Mereka sedang mencari laut di Teluk Tomini, tepatnya di perairan Wanggarasi. Tak lama berselang, ombak besar menghantam kapal yang ditumpangi.

Akibatnya, cadik pada salah satu sisi kapal hancur hingga membuat perahu tak lagi stabil. Melihat kapal tak lagi bisa menahan kerasnya ombak, enam nelayan tersebut memilih berlindung di salah satu bagan (rumpon,red) ikan yang ada disekitarnya.

Benar saja, usai menyelamatkan diri dan berlindung di bagan milik nelayan lainya, kapal yang ditumpangi mereka kembali dihantam ombak besar, hingga mengalami kerusakan parah dan tak bisa digunakan lagi.

Melihat kondisi itu, para nelayan langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pohuwato dan melaporkan kondisinya serta lokasi mereka berlindung. Namun, dengan kondisi cuaca ekstrim, ditambah dengan ombak besar di perairan teluk tomini yang mencapai 3 meter, membuat proses evakuasi belum bisa dilakukan.

Wanggarasi. Itu dilakukan ketika ombak mulai tenang, dan mereka berhasil menyelamatkan enam orang nelayan tersebut.

Informasi lain yang diterima yakni lima orang nelayan di Marisa juga sempat terkatung-katung di tengah laut. Mereka yakni Saleh Iji, Suparno Muksin, Inton Ismail, Agus Katili dan Weli Dunggio. Informasi ini berhasil diketahui ketika dua orang diantaranya yakni Agus Katili dan Weli Dunggio yang berhasil menyelamatkan diri pada Ahad (12/01/2020)  pukul 20.15 Wita.

Cerita ini bermula ketika kelimanya berangkat memancing di tengah laut dengan menggunakan empat perahu pada Ahad (12/01/2020) pukul 14.00 Wita. Tiba-tiba saja, ombak menghantam perahu yang ditumpangi Saleh Iji, Suparno Muksin. Maklum, keduanya berada dalam satu perahu.

Melihat kenyataan itu, Inton Ismail langsung menolong rekannya dengan menampung pada perahu yang ditumpangi. Maklum, saat bersamaan, perahu yang ditumpangi Weli Dunggio juga rusak dan terpaksa menumpang di perahu milik Agus Katili.

Baca Juga 》RADAR NUSANTARA : Tahun 2020, Panwaslih Kecamatan Popayato Barat Awali dengan Apel Perdana

Mereka lantas terpisah, yakni Weli Dunggio dan Agus Katili berada dalam satu perahu, sementara Saleh Iji, Suparno Muksin, Inton Ismail berada di perahu lainnya. Weli Dunggio dan Agus Katili berhasil mendarat di kawasan objek wisata Pohon Cinta pada pukul 20.15 Wita.

Mereka langsung memberitahukan pihak BPBD tentang nasib ketiga rekannya yang hingga saat itu belum juga mendarat. Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga dan Kapolres Pohuwato, AKBP Teddy Rayendra langsung bergerak membentuk tim dan mengumpulkan masyarakat sekitar untuk melakukan penyelamatan terhadap tiga nelayan yang masih terjebak di tengah laut.

Syarif Mbuinga menyampaikan, pihaknya yang dibantu Polres Pohuwato serta Satgas bencana Pohuwato sudah menurunkan dua perahu untuk melakukan penyisiran di beberapa titik untuk mencari keberadaan nelayan lain yang belum diketahui. Hanya saja kata Syarif Mbuinga. nelayan yang sudah diketahui posisinya sedang dilakukan penjemputan oleh tim pencari lainya.

“Ada dua perahu yang kita turunkan, satu milik warga, satunya lagi perahu diving yang saat ini sedang melakukan penyisiran. Untuk nelayan lainya yang sudah diketahui keberadaanya, saat ini mereka sudah berada di posisi yang cukup aman. Barusan, pada pukul 00.30 mereka sudah berhasil kita hubungi melalui telepon seluler. Harapannya agar cuaca saat dilakukan pencarian dan penyelamatan bersahabat sehingga proses evakuasi ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Hingga pukul 03.18 Wita, lanjut Syarif Mbuinga, kapal Valtador (kapal Diving, red) itu menemukan 3 nelayan yang sebelumnya belum diketahui keberadaanya di Pulau Bitila.

“Alhamdulillah sambil menunggu kondisi alam dan ombak reda. Mereka akan dievakuasi menuju daratan. Dengan demikian 9 nelayan yang ada di Wanggarasi dan juga Marisa yang sempat dinyatakan hilang, sudah ditemukan semuanya, dan sebagian sudah dibawah ke daratan. Hanya saja, yang menjadi kekhawatiran saya, ada informasi yang belum jelas kebenarannya tentang satu perahu yang ditumpangi satu nelayan, sempat terlihat oleh nelayan lain terpisah dari rakit yang berada di perairan laut Wanggarasi,” tandasnya

Muafirin/JP



Menyingkap Tabir Menguak Fakta