RADAR SULAWESI : Obsesi Brigpol Nuraeni Untuk Suku Bajo

BONE, Jawara Post– Suku Bajo atau dikenal dengan julukan manusia laut, banyak mendiami daerah pesisir teluk Bone umumnya dan kampung Bajo dikelurahaan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Propinsi Sulawesi Selatan.

Suku Bajo dalam kehidupan sehari hari sangat butuh dengan ilmu pengetahuan agar mereka bisa setara dengan Suku Bugis dan suku suku lainya, bukan hanya bisa menaklukkan laut semata, tapi mereka juga butuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka juga butuh pendidikan keagamaan.

Brigpol Nuraeni, Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riattang yang punya obsesi membangun peradaban Millenia suku Bajo agar tidak ketinggalan dengan Suku Bugis, mendirikan rumah baca kampung Bajo (RBKB).

“TPA AL Ikhlas Bhabinkamtibmas yang kami dirikan buat suku Bajo dengan melibatkan sekitar 30 orang relawan mahasiswa dan mahasiswi dari Institut agama islam negeri (IAIN) Watampone untuk menjadi relawan dalam membangun peradaban Suku Bajo kearah yang lebih baik dari sekarang,” tuturnya.

Kata Noeraini, Memang butuh waktu untuk merubah pola hidup suku Bajo dari kehidupan yang masih peninggalan dari moyang mereka ke kehidupan yang lebih modern. Dinamis dan bisa sejajar dengan suku Bugis. Pola hidup sehat menjadi prioritas sejalan dengan tahap pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Para suku Bajo ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dari segi pendidikan agar mereka bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bukan seperti saat sekarang ini yang banyak putus sekolah karena tidak ada biaya. Bahkan, banyak yang tidak mau sekolah sama sekali, karena efek dari pergaulan.

Dari segi kesehatan yang paling parah karena mereka tidak memiliki WC, sehingga sampah sampah juga berserakan dibawah kolom rumah mereka, seakan akan tak ada kepedulian dengan lingkungannya.

“Paradigma inilah yang ingin kami ubah, ungkap Brigpol Nuraeni,  dalam bincang bincang dengan media ini, Jumat (19/10/2018), sekitar pukul 15 .00 Wita, dipinggir pantai Bajo Tanete Riattang Timur, Propinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, sudah ada beberapa lembaga non pemerintah yang turut prihatin dengan pola hidup suku Bajo ini. Bahkan, mereka datang langsung ke pemukiman suku Bajo.  Diantaranya yang berkunjung, Ketua Asosiasi pemerintahan desa (pemdes) Indonesia Sulsel, Sri Rahayu( Bu Ayu) yang juga merupakan ketua DPD Lembaga Aliansi Indonesia, Propinsi Sulawesi Selatan.

“Mudah mudahan kehidupan warga masyarajat kampung Bajo lebih mapan, lebih matang dan semakin maju,” phngkasnya.

Red/La Anto

BIRO SULAWESI



Menyingkap Tabir Menguak Fakta