RADAR SULAWESI : Warga Pertanyakan Proyek Infrastruktur Gunakan Batu Kapur

MOBARJawara Post—Proyek peningkatan ruas jalan poros Wakoila – Lombu Jaya – RSUD di Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai polemik di masyarakat. Pasalnya, pekerjaan itu diduga menggunakan material batu kapur sebagai bahan fondasi taludnya.

“Kalau saya lihat meterial pembuatan drainase ini dicampur menggunakan batu gunung dan batu kapur,” kata salah seorang warga Desa Lombu Jaya yang menolak untuk menyebutkan namanya, Jumat (4/1/2019) sore.

Senada dengan hal tersebut, salah satu tukang pada proyek itu membenarkan jika pekerjaan yang sementara dikerjakannya sebagian menggunakan material yang berasal dari batu kapur.

“Saya sudah bekerja sepanjang 50 meter. Materialnya sudah dibuang di sini, jadi kita tinggal pake material yang ada seperti batu kapur ini. Kita tahunya kerja saja,” tegasnya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mubar, Karimin menjelaskan jika material pada pekerjaan itu boleh menggunakan batu kapur.

“Kalau batu yang ada di dalam tanah, terus kepadatannya sudah bagus, Saya kira tidak menjadi masalah digunakan sebagai material,” jelas Karimin, Minggu (5/1/2019).

“Jadi kalau dipakai untuk material pekerjaan drainase itu tidak apa-apa. Sepanjang kepadatannya sudah maksimal, dipukul dengan palu tidak hancur,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, dari informasi yang diperoleh sejatinya proyek yang dikerjakan sejak 17 Oktober 2018 tersebut menggunakan material dari batu gunung.

Proyek yang ditargetkan selesai selama 75 hari kalender ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (SPBD) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dengan volume 5,3 kilometer menggunakan anggaran sebesar Rp 8.748.000.000 yang dikerjakan oleh PT.

Yudisthira Trio Putra.

 



Menyingkap Tabir Menguak Fakta