RADAR SUMATERA : Walikota Terkesan ‘Muluskan’ Gajibuto Demseria Nabulon

BINJAI., Jawara Post—Meskipun telah tidak mengabdi lagi pada negara dengan kewajiban mendidik anak sekolah dasar, Demseria Nabulon tidak mempan atas surat peringatan dan pemanggilan oleh Plt Kepala Disdik (Kadisdik) Kota Binjai, Indriyani. Bahkan, ia menikmati leletnya sikap BKD dan Inspektorat yang konon menunggu putusan Wali Kota.

Tepatnya dari November 2016 sampai Agustus 2018, gaji Demseria tidak disalurkan lagi. Itu membuktikan bahwa kebijakan telah membuat oknum guru SD itu leluasa makan gajibuto.”Selama ini gaji jalan terus, kami gak punya hak memutus gaji dia. Gaji itukan haknya seseorang untuk pegawai. Kami tidak bisa memutuskan gajinya. Kecuali, Wali Kota sudah buat surat putuskan gajinya, tapi bukan berarti putus pegawainya. Gajinya saja diputuskan,” kata Indriani.

Baca : RADAR SUMATERA : Guru SD 8 Tahun ‘Makan’ GajiButo, Dicyduk APH

Tidak cuma itu, ulah Demseria  Nabulon guru Sekolah Dasar Negeri 027144 ini berlanjut pada prosesi klaim kematian.

Demseria terduduk lesu sambil menyeka air matanya pakai tisu di ruang Pidsus Kejari Binjai, Rabu (7/11/2018) # DEDY KURNIAWAN

Dana Kematian Dicairkan PT Taspen Medan

PT Taspen Medan, perusahaan plat merah ini mencairkan dana kematian DS yang diajukan suaminya, Adesman Sagala tahun 2014 lalu. Padahal, Demseria belum wafat.

Diduga tanpa melakukan pengecekan akurat, PT Taspen mencairkan dana kematian DS yang penerimaan pertama pada 5 Mei 2014 lalu sebesar Rp 59.179.200 dan penerima kedua sebesar Rp 3.207.300 pada 23 November 2014.

Baca juga : RADAR SUMATERA : UPT Dispendikbud Terindikasi Tetlibat Gajibuto

Sehingga total dana kematian yang dicairkan PT Taspen itu sebesar Rp 62.386.500 mengalir ke rekening Bank Rakyat Indonesia Pajak Tavip atas nama Adesman Sagala.

Total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 438.025.900. Pencairan dana kematian yang disalurkan PT Taspen berkat adanya surat kematian yang dibuat Adesman Sagala.

Penyidik menduga, Adesman Sagala yang mengurus semua dokumen administrasi kematian fiktif tersebut yang kemudian diajukan kepada PT Taspen.

Sementara, Tim Kejari akan terus menyingkap tabir, menguak fakta atas perkara yang merugikan negara ini.

Dik kurniawan

Biro Binjai Sumut



Menyingkap Tabir Menguak Fakta