Ratusan Buruh Turun jalan Desak Pembatalan Omnibus Law

BANDUNG, Jawara Post – Penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja yang disahkan DPR membuat buruh melakukan unjuk rasa di beberapa titik di Bandung Raya. Mereka turun ke jalan dan memblokade jalan.

Di kawasan industri Rancaekek, ratusan buruh yang tergabung dalam beberapa serikat turun ke jalan. Kendaraan di dua ruas jalan menuju Garut dan Bandung tersendat.

Diketahui, para buruh yang sudah berkumpul sejak pukul 08.00 Wib berjalan menuju arah Cileunyi mengikuti arahan dari mobil komando. Tak sedikit dari mereka menggunakan motor. Ratusan anggota kepolisian dan TNI pun terlihat mengawal jalannya unjuk rasa.

“Kita turun untuk membatalkan keseluruhan Undang-undang (Omnibus Law) itu,” ujar Ketua SPPB Bandung Raya Selamet Priatno, Selasa (6/10).

Sejak pagi, kondisi jalan sudah lumpuh. Salah seorang warga, Muhamad Ridwan (28) terpaksa putar arah dari Cicalengka. Ia memilih untuk naik kereta api sebagai opsi.

“Dari pukul 9.00 Wib kondisi jalan sudah macet. Sementara saya harus ngejar waktu untuk kerja di Kota Bandung. Tadi di stasiun kereta api di Cicalengka lumayan padat juga,” kata dia.

Sementara itu, di Kota Bandung ratusan buruh menggelar aksi serupa. Di kawasan Kebon Jati, Kota Bandung mereka berjalan kaki menutup hampir semua badan jalan. Kemudian di kawasan Jalan Purnawarman, depan Bandung Electronic Center (BEC) ratusan buruh dengan kendaraan roda dua memblokade jalan.

“Kami mayoritas kaum buruh, dalam kebijakannya dikebiri, kesejahteraannya dipangkas,” ujar salah seorang orator.

Redaksu



Menyingkap Tabir Menguak Fakta