PAHLAWAN

SITUBONDO : Kali ini, Besuki Akan Menggelegar entar Malam Senin

KARESIDENANJawara Post —Kebesaran sebuah nama daerah, tentunya tak akan lapuk dimakan zaman. Besuki yang dulu pernah jaya, daerah yang subur dan jadi incaran koloneal Belanda, wailayah yanb mwncakup 5 kabupaten sekitarnya, perlahan mulai melangkah dengan pasti. Kali ini, dimulai sore hari hingga petang malam tiba, secound city akan menggelegar, Minggu (21/10/2019).

Besuki Raya, kota yang dihuni multi etnis ini, akan menjadi saksi bisu pagelaran, perayaan menyambut hari Santri Nasional 2019. Sejumlah tokoh NU, IPNU dan Segenap lembaga rintisan para ulama, akan merayakan Hari Santri dengan gelar makan nasi karak bersama santri sebanyak 999 orang atau 1000 kurang satu.

“Kreasi lembaga NU beserta asuhannya, dalam mencetak rekor MURI 2019. Ada sekitar 200 kordinator untuk memvalidasi jumlah peserta makan nasi karak bersama didepan masjid jamik Baitur Rohman, sekitar alun alun Besuki. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, tokoh pemuda dan ratusan santri dari ponpes sekitar Besuki, kami libatkan,” kata Sutomo, korlap acara.

Lanjut pria yang juga politisi Partai berlambang Ka’bah ini, setelah acara makan bareng yang mencetak rekor MURI 2019 pada perayaan Hari Santri Nasional, acara dilanjut dengan sholawatan yang akan dihadiri langsung oleh pengasuh Ponpes Salafiyah Safi’inyah Sukrejo Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, KH. M. Zaim Fawaid As’ad SA.

“Semoga, acara demi acara berjalan sesuai rencana. Lancar, tertib dan bermanfaat bagi semuanya. Kami mewakili warga NU menyampaikan, selamat mengikuti acara keseluruhan dengan seksama, hingga acara Sholawat Bening selesai. Ingat, nama Besuki dulunya sebuah nama daerah yang booming dimanca negara,” pungkasnya.

Udins



Menyingkap Tabir Menguak Fakta