Soal Kerusakan Jalan Akibat Tambang, Ini Kata Kades Musawir

JATIBANTENG,  Jawara Post—Kerusakan jalan akses warga masyarakat menuju kantor camat Jatibanteng belakangan ini, menimbulkan tudingan – tudingan miring terhadap Forpimka dan Forpimda Situbondo, Jawa Timur. Masyarakat beranggapan adanya aksi tutup mata dan pembiaran akan kondisi jalan yang mulai rusak, serta 2 jembatan yang mulai retak.

Saat tudingan mengarah kepada Kades Musawir, kepala desa Jatibanteng ini mengatakan bahwa pihaknnya bukan tutup mata atau sengaja bermain main soal kerusakan jalan akses Desa menuju Kecamatan. “Saya tidak terima apapun, saya juga tak punya kapasitas menutup tambang atau blokades jalan,” ucapnya.

Misawir, SPd, juga mengaskan bahwa segala sesuatunya telah disampaikan ke camat dan Dinas PUPR. “Untuk jalan yang ambrol tepat didepan balai desa kami ini, saya langsung meminta kepada pengusaha untuk segera memperbaikinya. Kita lihat saja hasilnya, sesuai harapan masyarakat atau tidak,” tukasnya.

Sementara, ditengah masyarakat mulai berkembang sikap saling tuding soal adanya konpensasi dari penambang. Kabarnya, pihak penambang telah menyerahkan sumbangan baik pada warga disisi kalan maupun warga sekitar yang sedang gelar hajatan. “Ini soal fasum (fasilitas umum), hak semua warga,” sergah Agus, warga Kecamatan Jatibanteng.

Pantauan dilapangan, Rabu (30 September 2020), hilir mudik dumptruk bertonase nampak berat, menambah kepadatan lalu lintas jalan Kecamatan tersebut. Dari lokasi tambang di Dusun Tanjung, Desa Curahsuri, puluhan dumptruk mengangkut material keluar daerah, kanarnya ke lokasi urugan di wilayah Probolinggo.

Meski bak kendaraan tambang ini ditutupi terpal, sebagian material ada yang memicu adanya debu berterbangan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Malah, nampak diperkantoran kanan kiri jalan, lantai kotor akibat debu dan memaksa bagian Cleaning bekerja ekstra menyapu lantai tersebut.

Sekadar diketahui, sebelumnya telah diberitakan bahwa jembatan Cura Suri Mulai Retak, Ribuan Warga Terancam Terisolir. Kondisi jembatan penghubung warga Desa menuju Kevamatan telah retak. Jembatan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama, apabila beban yang melintas rata rata diluar kapasitas jembatan.

Redaksi



Menyingkap Tabir Menguak Fakta