Tentang Gus Nur, Ketua LPM Desa Blimbing Panen Surat Pernyataan

BESUKIJawara Post—Seputar pernyataan sikap kurang setuju dengan Gus Nur mendirikan pesantren di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo Jawa Timur, belakangan ini LPM Desa Blimbing panen surat pernyataan. Isinya, mayotitas masyarakat desa menolak atau tidak setuju Gus Nur mendirikan pesantren di Desa Blimbing.

Baca Juga 》 Pembelian Lahan Untuk Ponpes Gus Nur Dibatalkan Pemilik Lahan

Hal ini dijelaskan oleh Ahmadi selaku ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Desa Blimbing Besuki Situbondo, 28/07/2020.

“Sangat disayangkan, mayoritas warga disini (Desa Blimbing) tidak setuju akan rencana Gus Nur mendirikan ponpes dikawasan Dam Goa. Bahkan, yokoh pemuda dan tokoh masyarakat satu suara dalam surat pernyataan sikap tersebut,” ucapnya sambil menunjukkan lembarat surat pernyataan kepada Media Jawara Post.

Lanjuta Ahmadi, reaksi masyarakat itu muncul ketika mengetahui bahwa yang akan membangun ponpes adalah Gus Nur atau Sugi Nur Raharjo. Malah, mayoritas warga mengaku tidak ingin bersebrangan dengan sikap tokoh NU di kota Santri Situbondo.

Simak Pula 》 Pendirian Pesantren Milik Gus Nur Terancam Gagal Total

“Maklum Mas, warga kami mayoritas Nahdiyin (NU),” imbuhnya.

Hal ini juga ditegaskan oleh tokoh pemuda yang sempat menenemui Jawara Post ketika dalam perjalanan menuju rumah kepala desa (Kades) Blimbing.

Ia mengatakan bahwa pemuda sekitar kurang sepakat Gus Nur mendirikan pondok pesantren di desanya. Alasannya adalah ketika menyaksikan video ceramah Gus Nur di youtube yang kurang mengenak kan dikalangan NU.

Klik Videonya di Chanel Jawara Post Youtube

https://youtu.be/r6fU-iVPx78

Artinya, mereka akan takdim pada sikap Kyai yang berada dibarisan NU.
Saat disampaikan bahwa itu video yang sepotong sepotong, tokoh pemuda tadi mengatakan kami sudah tahu dan sebagai santri NU kami tetap engikuti apa yang disampaikan oleh para kyai NU.

Intinya, kami bukan tidak suka dengan pembangunan pondok pesantren (ponpes), melainkan pada rekam jejak Gus Nur dalam berdakwah. “Itu sudah menjadi keputisan kami para pemuda disini Mas, ” kata Saniwi.

Terlepas dari tokoh pemuda tadi, Jawara Post sempat ditemui pria paruh baya yang mengaku kurang nyaman demgan situasi belakangan ini. Pini sepuh Desa Blimbing tidak ingin pandangan masyarakat dilnuar sana menilai masyarakat Desa Blimbing arogan atau tak bersahabat dalam bersikap.

“Tolong jangan sampai lingkungan kami gaduh, mending wurungkan niat membangun pondok tersebut apabila para kyai NU tak setuju,” ucapnya, sembari berlalu alasan terburu buru.

Sementara, Edi Hartono, sebagai kepala Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo Jawa Timur, belum berhasil dihubungi via telpon selulernya.

Dikala dihuhungi via chat WA masih belum dibaca (read), sehingga sampai berita ini tayang belum bisa dimintai keterangan ataupun tanggapannya.

Redaksi JP



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *