Terkait BSB, Situbondo Perlu Kawalan TNI dan POLRI

SITUBONDO, Jawara Post – Bupati Situbondo Dadang Wigiarto SH tuding Bantuan Sosial Beras (BSB) program dari kementerian sosial RI telah diboncengi penumpang gelap. Bahkan Dadang sudah meminta dukungan TNI POLRI guna mengawal dengan ketat penyaluran BSB.

Hal tersebut disampaikan Dadang dalam sambutannya pada acara Launching BSB dari Kementrian Sosial Republik Indonesia di gudang Bulog Sub Divre VI , Jalan Raya Panarukan, Desa Klatakan, kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, Kamis (01/10/2020).

“Saya menemukan ada jadwal penyerahan BSB di luar Dinas padahal SOP-nya dari Dinsos, saya melihat ini sudah tidak sehat, ada oknum yang menunggangi, ada beberapa titik sudah saya temukan,” ungkapnya.

Dadang melanjutkan, publik harus tahu bahwa di sini sudah ada penumpang – penumpang gelap karena satu persatu kami sudah mempunyai datanya.

“Saya ingatkan jangan ada ‘negara dalam negara”, tegas Dadang panggilan akrab Bupati Situbondo.

Menangagapi komentar Bupati yang disampaikan di depan undangan dan awak media, salah satu Ketua PKH, mengancam akan melaporkan balik tudingan Bupati Situbondo bila hal tersebut tak dapat dibuktikan.

“Saya akan tunggu tindak lanjut tudingan Bupati terkait adanya penumpang gelap, namun bila hal tersebut tidak bisa dibuktikan tidak menutup kemungkinan akan menjadi laporan balik terkait tudingan fiktif tersebut”, jelasnya setelah acara usai.

Sementara menurut Saiful seorang pengusaha menyayangkan akan sikap Bupati melakukan tudingin di hadapan halayak ramai, semestinya andai hal tersebut benar maka harus bersikap bijak.

“Seharusnya sebagai pemimpin sekligus penguasa bisa bersikap bijak terkait adanya dugaan pemamfaatan oknum dalam penyaluran program kementerian tesebut, mengingat situasi saat ini, dalam situasi politik, hingga suhu politik Situbondo dingin dan aman serta tentram,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan peristiwa tersebut, maka mengundang pikiran masyarakat awam saling curiga, hingga secara tidak langsung menciptakan suasana semakin panas.

“Kalau sudah ramai dan menjadi konsumsi publik, akan menciptakan kecurigaan satu sama lain antar masyarakat, dan akan membuahkan perpecahan”, lanjut Saiful kepada awak media.

Menyikapi situasi yang memanas Kepala Bulog Sub Divre VI Muhammad Rudy Prasetyo tidak mengomentari tudingan Bupati, Rudy sesuai tupoksinya lebih menekankan pada seputar kualitas beras serta teknis penyalurannya.

“Hal itu bukan kapasitas saya, saya sebagai KaBulog hanya soal tehnis dan Kwalitas beras medium, ini berbeda dengan bantuan sosial pangan sembako yang premium jadi lebih rendah sedikit dan sudah dilakukan uji tanak, juga kemarin sudah diverifikasi oleh Dinsos dan pendamping PKH, berasnya bagus dan layak,” terang Rudy.



Menyingkap Tabir Menguak Fakta