Tumpukan Paving CSR Mulai Dipertanyakan Rakyat

SUBOH, JP. Com — Tumpukan material dipesisir pantai Desa Ketahuan, Kecamatan Suboh, Situbondo, mulai dipertanyakan warga masyarakat, Rabu pagi.

Mereka menyayangkan adanya pembiaran dari pemerintah Desa, lantaran material menumpuk hampir satu tahunan. Warga khawatir material itu akan lapuk dan muspro.

Seperti halnya apa yang disampaikan oleh seorang nelayan Pesisir Ketah, ketika bertemu awak media.

“Itu sudah lama, paving itu menumpuk hampir satu tahunan.K abarnya, barang itu dikasih perusahaan dari PLTU Paiton Probolinggo, untuk rehap jalan lingkungan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan dari Desa, ” ucapnya.

Menurut salah satu anggota LSM Jawara, kurang respeknya pemdes Ketah, Suboh, lantaran situasi andemi corona bahkan masih masa PPKM yang terus diperpanjang.

Namun, pembiaran dari instrumen desa kurang elok dinilai warga. “Semestinya, pemdes Ketah responship dengan dana CSR berupa paving itu,” timpalnya.

Pantauan dilapangan, tumpukan paving segi empat banyak ditumpuk disekitar pemukiman warga masyarakat Kampung nelayan, Pesisir Ketah, bahkan terlihat mulai usang.

Paving tersebut sejatinya sudah terpasang dijalan lingkungan warga, sehingga lingkungan warga Pesisir Ketah akan jauh dari kesan kumuh.

Bahkan, akses jalan para nelayan itu akan semakin bagus dalam menunjang perekonomian warga masyarakat, sehingga keluar masuk kendaraan juga aman dari jalan becek.

“Ini sangat baik sudah ada bentuk kepedulian dari pihak PLTU dengan menyerahkan paving bentuk CSR nya. Paling tidak Kades Ketah tidak banyak menganggarkan dana dari ADD maupun DD buat jalan lingkungan, ” kata Ean Pelupessy, SH, M, selalu Wadir LSM Jawara.

Redaksi



Menyingkap Tabir Menguak Fakta