{"id":11465,"date":"2019-07-12T02:18:52","date_gmt":"2019-07-11T19:18:52","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=11465"},"modified":"2019-07-12T02:18:52","modified_gmt":"2019-07-11T19:18:52","slug":"susno-duadji-setelah-pensiun-memilih-jadi-petani-di-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/susno-duadji-setelah-pensiun-memilih-jadi-petani-di-desa\/","title":{"rendered":"SUSNO DUADJI : Setelah Pensiun Memilih Jadi Petani di Desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>KABARESKRIM<\/strong>,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a> \u00a0&#8211;Masih ingat Susno Duadji? Mantan Kabareskrim Polri ini sempat menjadi sorotan gara-gara kisruh Polri dan KPK. Ia pula yang menciptakan istilah Cicak Vs Buaya, yang hingga kini istilahnya kerap dipakai orang-orang.<\/p>\n<p>Setelah pensiun, Susno Duadji pun memilih hidup di pedesaan. Ia kembali ke kampung halamannya, di kawasan Pagar Alam, Sumatera Selatan. Susno Duadji memang lahir dari keluarga petani.<\/p>\n<p>Ia mengaku, orangtuanya adalah petani kecil di desa. Walaupun dirinya mampu berkarier menjadi perwira tinggi polisi, Susno Duadji memilih ikuti jejak keluarga pada masa tuanya. Setelah pensiun, ia menjalani hari-harinya sebagai seorang petani.<\/p>\n<p>Menurutnya, bertani merupakan cita-citanya setelah melepas seragam polisinya. Hal ini disampaikan Susno Duadji melalui akun Facebook-nya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>&#8220;<em>Siapa bilang bertani itu harus selalu identik dengan panas terik, kotor dan sebagai nya yang tidak enak,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Bertani itu enak, sehat, selalu akrab dengan alam, udara segar asri, <\/em><em>menyehatkan badan baik phisik maupun phsikis,, <\/em><em>jauh dari hiruk pikuk politik, kekuasaan ,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Berada di lingkungan petani kampung sangat nikmat ; <\/em><em>polos, lugu dan apa ada nya, tidak bicara A maunya X, dst, ya itulah dunia pedesaan, tak ada maksud tersembunyi,,,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Tumbuhan apa pun kalau kita dekati dengan kasih sayang maka dia akan tumbuh subur, segar, sehat dan bunga nya bagus, buahnya lebat,, <\/em><em>ternyata tumbuhan pun akan memberikan respon yang baik manakala diberikan sentuhan kasih sayang,,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Ya memang saya terlahir dari suatu keluarga di pedesaan yang sehari-hari nya adalah petani kecil ;\u00a0<\/em><em>sehingga begitu memasuki usia pensiun saya kembali ke habitat sebagai petani kecil di pedesaan, memang inilah cita-cita saya,,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Dan akhirnya kenikmatan hidup di masa tua sebagai petani saya temukan,,\u00a0 <\/em><em>Dunia tani manakala ditekuni dan dikelola dengan baik, dengan perhitungan dan menanam tanaman yang ekonomis , <\/em><em>variatif maka hasilnya lumayan bagus, tidak kalah amat dengan aparat pegawai negeri,,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Dan yang lebih mahal harganya adalah ; hidup tenang dan sehat, bahagia lahir batin,\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Semoga ke depan ; generasi muda Indonesia mencintai dan mau terjun di bidang pertanian,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>dan pertanian dikelolah dengan tehnologi memanfaatkan mesin, dll<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Indonesia kelak akan maju dan mendapat devisa yang banyak manakala pertanian diarahkan menjadi ;<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>agro bisnis, agro indistri, dan agro wisata,,, contoh Thailand, Vietnam,,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Semoga ,,,<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>Susno Duadji<\/em>,&#8221; tulisnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>Redaksi<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABARESKRIM,\u00a0Jawara Post \u00a0&#8211;Masih ingat Susno Duadji? Mantan Kabareskrim Polri ini sempat menjadi sorotan gara-gara kisruh Polri dan KPK. Ia pula yang menciptakan istilah Cicak Vs Buaya, yang hingga kini istilahnya kerap dipakai orang-orang. Setelah pensiun, Susno Duadji pun memilih hidup di pedesaan. Ia kembali ke kampung halamannya, di kawasan Pagar Alam, Sumatera Selatan. Susno Duadji [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[602],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11465"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11465"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11467,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11465\/revisions\/11467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}