{"id":1485,"date":"2018-08-04T04:36:38","date_gmt":"2018-08-04T04:36:38","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=1485"},"modified":"2018-08-04T04:36:38","modified_gmt":"2018-08-04T04:36:38","slug":"tak-punya-stadion-nasib-persesa-terkatung-katung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/tak-punya-stadion-nasib-persesa-terkatung-katung\/","title":{"rendered":"Tak Punya Stadion, Nasib Persesa Terkatung -katung"},"content":{"rendered":"<p>SAMPANG, <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u2013 Begitu miris melihat kondisi dunia persepakbolaan di Kabupaten Sampang. Akibat tidak mempunyai lapangan sepak bola permanen (stadion), klub Persesa Sampang terkatung-katung dalam mempersiapkan laga lanjutan 16 besar Liga 3 Jawa Timur.<\/p>\n<p>Pasalnya, Lapangan wijaya kusuma yang biasanya dijadikan tempat latihan oleh para pemain persesa, dipakai bazar malam dan pameran. Akibat kondisi itu, pelatih Persesa Sampang, Imam Haqiqi mengaku kebingungan untuk melatih anak asuhnya.<\/p>\n<p>Namun demikian, pihaknya mengaku, akan tetap menampilkan yang terbaik untuk skuatnya dalam laga lanjutan 16 besar liga 3 Jawa Timur. \u201cTerpaksa kami memakai setengah lapangan meski tidak maksimal. Ada alternatif di lapangan Krampon, Torjun, tapi lokasi jauh dari mess Persesa,\u201d tutur Imam Haqiqi, Jumat, 3 Agustus 2018.<\/p>\n<p>Dilanjutkan Imam, jadwal akan dimulainya pertandingan juga masih\u00a0belum diketahui. Pihaknya menuturkan, masih akan digelar <em>manager meeting<\/em> teknis oleh PSSI Asprov Jatim di Surabaya. \u201cNanti malam akan digelar manager meeting di Surabaya,\u201dujarnya.<\/p>\n<p>Disisi lain, pihaknya mengaku, di dalam tubuh klub Persesa dalam menghadapi laga di 16 besar liga besar masih belum ada persiapan yang mumpuni, dikarenakan krisis finansial yang hingga kini masih butuh titik terang.<\/p>\n<p>Ketua Umum DPP Trunojoyo Mania (Truman), Husaini mengaku, sangat menyayangkan melihat kondisi fasilitas para pemain Persesa yang tidak maksimal. Menurutnya, dengan keterbatadan fasilitas tersebut, tentunya akan dapat mengganggu kesiapan para pemain dalam menghadapi laga lanjutan liga 3 Jatim.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-1487 alignright\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/bola-1-300x207.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"207\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/bola-1-300x207.jpg 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/bola-1.jpg 639w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Tidak hanya itu saja, dalam babak 16 besar tentunya para pemain Persesa akan berhadapan dengan tim terbaik yang perlu persiapan matang. \u201cKami harap semoga seluruh permasalahan baik finansial dan masalah tempat latihan nantinya akan ada titik temu supaya Persesa tidak menyia-nyiakan momen 16 besar ini,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Aji Waluyo mengakui, bahwa rencana pembangunan stadion di wilayahnya masih dalam tahap melakukan study kelayakan.<\/p>\n<p>Pihaknya menganggarkan sebesar Rp 10 miliar untuk program pembebasan lahan stadion. \u201cMasih dilakukan survei oleh tim Disporabudpar di lima titik yakni di Kecamatan Sampang, Camplong, Torjun, Pengarengan, dan Kecamatan Jrengik. Semuanya tetap berjalan,\u201d singkatnya.<\/p>\n<p>@muhlis<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMPANG, Jawara Post\u2013 Begitu miris melihat kondisi dunia persepakbolaan di Kabupaten Sampang. Akibat tidak mempunyai lapangan sepak bola permanen (stadion), klub Persesa Sampang terkatung-katung dalam mempersiapkan laga lanjutan 16 besar Liga 3 Jawa Timur. Pasalnya, Lapangan wijaya kusuma yang biasanya dijadikan tempat latihan oleh para pemain persesa, dipakai bazar malam dan pameran. Akibat kondisi itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[103],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1485"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1485"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1489,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1485\/revisions\/1489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}