{"id":16042,"date":"2020-01-23T11:37:54","date_gmt":"2020-01-23T04:37:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=16042"},"modified":"2020-01-23T11:37:54","modified_gmt":"2020-01-23T04:37:54","slug":"lunturnya-iman-guru-ngaji-edar-sabu-pada-santrinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/lunturnya-iman-guru-ngaji-edar-sabu-pada-santrinya\/","title":{"rendered":"RADAR MADURA :  Lunturnya Iman, Guru Ngaji Edar Sabu Pada Santrinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANGKALAN,\u00a0 <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a><\/strong>\u00a0\u2013\u00a0Ustaz Ahmad Marzuki, pengajar di sebuah pondok pesantren di\u00a0Bangkalan, Madura, Jawa Timur kini harus meringkuk di penjara lantaran mengedarkan narkoba jenis\u00a0sabu-sabu\u00a0kepada para santrinya.<\/p>\n<p>Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra seperti dikutip dari Beritajatim.com, Rabu (22\/1\/2020) menyampaikan, Ustaz Marzuki sempat buron selama dua bulan sebelum akhirnya ditangkap sepulang dari tempat kuburan.<\/p>\n<p>Peringatan Redaksi :\u00a0Artikel ini menampilkan pernyataan pelaku untuk menjadi peringatan tentang bahaya narkoba bisa terjadi pada siapa pun, bukan justru untuk ditiru atau dijadikan alasan pembenar pemakaian sabu.<\/p>\n<p>Menurutnya, penangkapan ini dilakukan polisi seusai Ustaz tersebut menghadiri pemakaman salah satu tokoh di Bangkalan pada Senin (20\/1\/2020) lalu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-16043\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/2020-01-23-11.35.15.png\" alt=\"\" width=\"773\" height=\"690\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/2020-01-23-11.35.15.png 773w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/2020-01-23-11.35.15-300x268.png 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/2020-01-23-11.35.15-768x686.png 768w\" sizes=\"(max-width: 773px) 100vw, 773px\" \/><\/p>\n<p>\u201cTersangka sebelumnya kabur, dan berhasil kami amankan di Kwanyar usai prosesi pemakaman itu,\u201d kata Rama saat memimpin rilis kasus tersebut di Mapolres Bangkalan.<\/p>\n<p>Terkait pengungkapan kasus ini, motif Ustaz Marzuki mengedarka sabu-sabu kepada santri pesantren karena tidak ada larangan di dalam kitab suci Alquran.<\/p>\n<p>Rama menjelaskan, tersangka juga menganggap orang bisa lebih semangat membaca Alquran setelah mengonsumi sabu-sabu.<\/p>\n<p>\u201cTersangka ini berpandangan kalau nyabu ini tak diharamkan dan meningkatkan semangat membaca Alquran,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dari penangkapan ini, polisi juga telah menyita sisa sabu-sabu beserta alat isap alias bong saat menggeledah rumah Ustaz Marzuki.<\/p>\n<p>Saat dihadirkan dalam rilis kasus ini, Ustaz Marzuki bersikukuh atas pandangan yang menganggap sabu tersebut legal untuk dikonsumsi.<\/p>\n<p>\u201cSaya tahu sabu memang dilarang digunakan oleh negara, namun saya tidak menemukan di dalil Alquran,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, polisi menjerat Ustaz Marzuki dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.<\/p>\n<p>Subaidi\/JP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKALAN,\u00a0 Jawara Post\u00a0\u2013\u00a0Ustaz Ahmad Marzuki, pengajar di sebuah pondok pesantren di\u00a0Bangkalan, Madura, Jawa Timur kini harus meringkuk di penjara lantaran mengedarkan narkoba jenis\u00a0sabu-sabu\u00a0kepada para santrinya. Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra seperti dikutip dari Beritajatim.com, Rabu (22\/1\/2020) menyampaikan, Ustaz Marzuki sempat buron selama dua bulan sebelum akhirnya ditangkap sepulang dari tempat kuburan. Peringatan Redaksi :\u00a0Artikel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16044,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7,1,5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16042"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16042"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16042\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16045,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16042\/revisions\/16045"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}