{"id":16869,"date":"2020-02-15T17:16:57","date_gmt":"2020-02-15T10:16:57","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=16869"},"modified":"2020-02-15T17:16:57","modified_gmt":"2020-02-15T10:16:57","slug":"mukjizat-tuhan-ipb-university-dan-minyak-sawit-jadi-nomor-1-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/mukjizat-tuhan-ipb-university-dan-minyak-sawit-jadi-nomor-1-di-dunia\/","title":{"rendered":"Mukjizat Tuhan, IPB University dan Minyak Sawit Jadi Nomor 1 di Dunia"},"content":{"rendered":"<div class=\"image-content\">\n<div class=\"image-content-detail\"><strong>JAWARA POST<\/strong>\u00a0&#8211; Institut Pertanian Bogor (IPB) University menduduki peringkat pertama dunia di kategori penelitian sawit terkini di skala internasional. Peringkat tersebut berdasarkan Analisis Elsevier Research Intelligent, Singapore (2020) tentang Evidence-Based Policy Making for Indonesia.<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>Minyak nabati<\/strong><\/p>\n<p>Minyak nabati telah berumur 3.000 tahun lamanya, zaman Romawi jalan-jalan ditanami pohon zaitun untuk meneduhkan dan menghidupi tentara. Mereka cukup makan minyak zaitun untuk makanan, sekaligus mengawetkan makanan di kapal laut semua daging dimasukkan dalam tong minyak zaitun.<\/p>\n<p>Dengan demikian bilamana sekarang Indonesia dikaruniai pohon kelapa sawit, ini merupakan mukjizat seperti zaitun.<\/p>\n<p>Negara-negara lain tidak bisa memproduksi minyak sebanyak zaitun atau Sawit. Paling mereka punya minyak biji bunga matahari atau minyak canola. Tetapi tidak masif sebesar Sawit.<\/p>\n<p>Perkebunan sawit ini sangat ajaib bisa menyusul kelangkaan minyak bumi yang segera habis.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-16871\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/5d4177c326d00.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/5d4177c326d00.jpg 750w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/5d4177c326d00-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p>China tidak punya minyak nabati. Mereka ada minyak hewani. Oleh karena itu, China mengembangkan solar power terbesar di dunia.<\/p>\n<p>Indonesia diberi mukjizat kelimpahan pohon kelapa sawit, kita sendiri yang menikmati untuk bahan bakar minyak BBM.<\/p>\n<p><strong>Manfaat minyak sawit<\/strong><\/p>\n<p>Selama ini seluruh industri makanan menggunakan minyak sawit karena tahan suhu tinggi deep frying oil.<\/p>\n<p>Bilamana minyak lainnya tidak tahan suhu tinggi seperti zaitun, canola, namun minyak sawit justru tahan suhu tinggi deep fry.<\/p>\n<p>Sehingga untuk industri makanan minyak sawit nomor satu menggantikan minyak cocoa, disebut CNS cocoa butter substitute atau menggantikan minyak susu butter milk.<\/p>\n<p>Semua industry baking cocholate, ice cream, dan semua emulsifier menggunakan bahan minyak sawit. Ini merupakan karunia Tuhan yang terbaik bagi Republik Indonesia.<\/p>\n<p><strong>(Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia lulus 1989)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWARA POST\u00a0&#8211; Institut Pertanian Bogor (IPB) University menduduki peringkat pertama dunia di kategori penelitian sawit terkini di skala internasional. Peringkat tersebut berdasarkan Analisis Elsevier Research Intelligent, Singapore (2020) tentang Evidence-Based Policy Making for Indonesia. Minyak nabati Minyak nabati telah berumur 3.000 tahun lamanya, zaman Romawi jalan-jalan ditanami pohon zaitun untuk meneduhkan dan menghidupi tentara. Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16870,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,302],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16869"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16872,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16869\/revisions\/16872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}