{"id":17397,"date":"2020-03-10T21:00:19","date_gmt":"2020-03-10T14:00:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=17397"},"modified":"2020-03-10T21:00:19","modified_gmt":"2020-03-10T14:00:19","slug":"gegara-dituduh-punya-santet-pasutri-tantang-sumpah-pocong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/gegara-dituduh-punya-santet-pasutri-tantang-sumpah-pocong\/","title":{"rendered":"Gegara Dituduh Punya Santet, Pasutri Tantang Sumpah Pocong"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANYUWANGI<\/strong>, <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u2013 Sepasang suami istri, H. Sahir dan Hj. Suhema, wara Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur meminta untuk di ritual \u2018Sumpah Pocong\u2019. Pasalnya, mereka dituduh oleh warga setempat diduga memiliki ilmu santet atau sihir.<\/p>\n<p>Prosesi ritual tersebut dipimpin oleh ulama setempat, dengan disaksikan oleh Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, setempat di masjid Babul Muttaqin, Sidowangi. Kedua warga yang tertuduh dibungkus kain kafan warna putih layaknya jenazah orang yang meninggal dunia.<\/p>\n<p>Kepala Desa (Kades) Sidowangi, Muansin menjelaskan, sebenarnya permasalahan ini sudah selesai. Bahkan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) sudah memediasi kedua belah pihak.<\/p>\n<p>\u201cKeduanya (tertuduh dan menuduh, red) sudah saling memaafkan di Kantor Desa. Cuma yang dituduh ini meminta satu hal untuk di \u2018Sumpah Pocong\u2019,\u201d kata Muansin, usai prosesi ritual sumpah pocong, pada Selasa (10\/3\/2020).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-17399\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-20200310-WA0003.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-20200310-WA0003.jpg 960w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-20200310-WA0003-225x300.jpg 225w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-20200310-WA0003-768x1024.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/p>\n<p>Pihak yang tertuduh ini, lanjut Muansin, meminta di ritual sumpah pocong untuk memulihkan nama baiknya di masyarakat karena sudah dituduh memiliki ilmu santet atau sihir.<\/p>\n<p>\u201cRitual ini atas permintaan warga yang tertuduh diduga memiliki ilmu santet,\u201d jelas Muansin.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolsek Wongsorejo, AKP Kusmin SH menyampaikan, fenomena ini merupakan alternatif untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, di Kecamatan Wongsorejo sendiri sudah beberapa kali atas tuduhan warga memiliki ilmu santet dan sihir. Namun, mereka tidak bisa membuktikannya.<\/p>\n<p>\u201cRata-rata disini (Kecamatan Wongsorejo, red) mereka yang tertuduh meminta sumpah pocong sendiri. Tertuduh hanya meyakinkan kepada masyarakat bahwa tertuduh tidak memiliki ilmu-ilmu yang dituduhkan,\u201d tegas AKP Kusmin.<\/p>\n<p>Semua masalah ini, sebelumnya sudah dimediasi ditingkat Desa. Namun, tertuduh lebih meyakinkan kepada masyakat melalui sumpah pocong. Sudah 2 kali dimediasi di Kantor Desa,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>Dhony JP<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI, Jawara Post\u2013 Sepasang suami istri, H. Sahir dan Hj. Suhema, wara Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur meminta untuk di ritual \u2018Sumpah Pocong\u2019. Pasalnya, mereka dituduh oleh warga setempat diduga memiliki ilmu santet atau sihir. Prosesi ritual tersebut dipimpin oleh ulama setempat, dengan disaksikan oleh Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, setempat di masjid Babul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17398,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17397"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17397"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17400,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17397\/revisions\/17400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}