{"id":21859,"date":"2021-06-14T11:15:49","date_gmt":"2021-06-14T04:15:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=21859"},"modified":"2021-06-14T11:26:31","modified_gmt":"2021-06-14T04:26:31","slug":"menhan-prabowo-tolak-markup-anggaran-alutista","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/menhan-prabowo-tolak-markup-anggaran-alutista\/","title":{"rendered":"Menhan Prabowo Tolak Markup Anggaran Alutista"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\"><strong>Indonesia, JP. Com<\/strong><\/span>\u2014 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku pernah menolak memberikan persetujuan pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang anggarannya di-mark up atau digelembungkan hingga 600 persen.<\/p>\n<p>Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier di acara podcast yang diunggah di channel Youtube Deddy, Minggu (13\/6).<\/p>\n<p>\u201cSaya enggak mau tanda tangan, saya tidak akan loloskan,\u201d kata Prabowo menolak.<\/p>\n<p>Prabowo sendiri mengakui bahwa dalam lembaga pemerintahan memang terdapat potensi melakukan mark up anggaran.<br \/>\nIa menduga terdapat banyak pihak yang tidak menyukai keputusannya tidak meloloskan.<\/p>\n<p>\u201cPak, saya enggak mau, Pak, itu kan tanggung jawab saya kepada bapak presiden, kepada rakyat, kepada sejarah,\u201d ujarnya.<br \/>\nPrabowo sendiri mengaku memaklumi bahwa produsen Alutsista ataupun agennya mencari untung dari jual beli Alutsista. Sebab, hal tersebut merupakan bisnis.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-21860 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/iwan-3-300x239.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"239\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/iwan-3-300x239.jpg 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/iwan-3.jpg 430w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Meski demikian, ia menolak tindakan yang menggelembungkan anggaran secara tidak wajar dan memuat unsur penipuan.<\/p>\n<p>\u201c<em><span style=\"color: #3366ff;\">Gua enggak mau kalau gila-gilaan,\u201d kata Prabowo.<\/span><\/em><\/p>\n<p>Dalam wawancara yang sama, Prabowo mengatakan pihaknya melakukan negosiasi secara langsung dengan produsen Alutsista.<\/p>\n<p>Tindakan ini dilakukan guna menghindari celah korupsi dan keterlibatan mafia dalam belanja alat pertahanan negara itu.<\/p>\n<p>Selain itu, untuk mencegah godaan melakukan tindak korupsi, Prabowo mengatakan pihaknya akan mengundang Kejaksaam, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pengawas Keuangan (BPKP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).<\/p>\n<p>\u201cSaya rencananya mau mengundang Kejaksaan, BPKP, sama BPK untuk periksa semua kontrak kita sebelum kontrak itu efektif,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Wacana belanja Alutsista sendiri tengah menjadi sorotan. Hal ini terjadi setelah dokumen yang memuat tentang rencana belanja alat pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) untuk tiga matra TNI diketahui oleh publik.<\/p>\n<p>Rencana ini tertuang dalam dokumen rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2020-2024.<\/p>\n<p>Pemenuhan Alpalhankam itu ditaksir memerlukan pendanaan sekitar US$124.995.000.000 atau setara Rp1.700 triliun.<\/p>\n<p><strong>Redaksi<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia, JP. Com\u2014 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku pernah menolak memberikan persetujuan pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang anggarannya di-mark up atau digelembungkan hingga 600 persen. Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier di acara podcast yang diunggah di channel Youtube Deddy, Minggu (13\/6). \u201cSaya enggak mau tanda tangan, saya tidak akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7,1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21859"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21859"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21864,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21859\/revisions\/21864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}