{"id":22011,"date":"2021-06-24T14:57:47","date_gmt":"2021-06-24T07:57:47","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=22011"},"modified":"2021-06-24T14:57:47","modified_gmt":"2021-06-24T07:57:47","slug":"tanaman-indor-indah-dan-mudah-perawatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/tanaman-indor-indah-dan-mudah-perawatannya\/","title":{"rendered":"Tanaman Indor, Indah dan Mudah Perawatannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Jawara Media\u00a0 www.jawarapost.com<\/strong><\/p>\n<p><em><strong>Menempatkan<\/strong><\/em> tanaman hias di dalam ruangan atau tanaman hias indoor tentu saja akan mempercantik interior rumah Anda. Namun, bagi tanaman, cahaya matahari merupakan aspek penting dalam kehidupannya.<\/p>\n<p>Barangkali ruang tamu atau ruang keluarga Anda tidak terkena cahaya matahari langsung di pagi atau siang hari. Lalu, apakah tanaman hias indoor bisa tetap hidup?<\/p>\n<p>Dilansir dari Real Simple, Rabu (23\/6\/2021), tentu saja Anda harus menyesuaikan jenis tanaman hias yang diletakkan di dalam ruangan. Ada banyak tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak cahaya matahari langsung, sehingga cocok dijadikan hiasan di dalam rumah.<\/p>\n<p>Nah, berikut beberapa tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak cahaya matahari.<\/p>\n<p><strong>1. Lidah mertua<\/strong><\/p>\n<p>Sangat toleran terhadap perawatan yang minim, lidah mertua bahkan bisa hidup jauh dari jendela yang terkena cahaya matahari langsung. Daun runcingnya yang unik dan modern dengan warna beraneka ragam terlihat cantik di pot kecil atau pot besar.<\/p>\n<p>\u201cSirami ketika lapisan atas tanah benar-benar kering, yang biasanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu,\u201d jelas Phoebe Poole, pakar tanaman di Weatherlow Florals.<\/p>\n<p><strong>2. Spider plant<\/strong><\/p>\n<p>Anda mungkin pernah melihat tanaman berdaun beraneka ragam warna hijau atau hijau-putih di banyak ruangan di kantor.<\/p>\n<p>\u201cTanaman laba-laba tumbuh seperti rumput liar jika Anda terus memangkasnya dan tidak membiarkannya membusuk. Letakkan piring di bawah pot dengan drainase untuk menghindarinya,&#8221; tutur Poole.<\/p>\n<p>Anda juga perlu mencabut daunnya yang sudah mati di pot.<\/p>\n<p>\u201cLebih baik memotong daun atau sulur yang sekarat, karena tanaman akan memberikan lebih banyak energi untuk pertumbuhan baru daripada mencoba untuk menjaga daun itu tetap hidup,&#8221; ungkap Poole.<\/p>\n<p><strong>3. Sirih gading<\/strong><\/p>\n<p>Merawat sirih gading terlalu berlebihan justru bisa membuat tanaman tersebut mati. Sirih gading pun tidak membutuhkan terlalu banyak cahaya matahari.<\/p>\n<p>\u201cMereka hampir ingin kelaparan sedikit, jadi biarkan mereka benar-benar kering di antara penyiraman. Saya pikir salah satu alasan mereka hidup dengan sangat baik di lingkungan kantor adalah karena orang-orang lupa menyiraminya,&#8221; ujar Poole.<\/p>\n<p>Untuk mengecek apakah tanaman sirih gading perlu disiram, tempelkan jari ke tanah untuk mengetahui apakah sudah kering, atau angkat pot untuk melihat seberapa beratnya. Tanaman yang membutuhkan air akan terasa cukup ringan.<\/p>\n<p>Jika sirih gading perlu dipangkas, Anda dapat membuat tanaman kecil baru dengan menempatkan potongannya dalam secangkir air di ambang jendela sampai akar baru tumbuh.<\/p>\n<p><strong>4. Suplir<\/strong><\/p>\n<p>Cantik tapi rumit untuk dirawat, suplir selalu bisa menjadi tanaman hias yang melatih kemampuan Anda dalam merawatnya.<\/p>\n<p>\u201cHal yang rumit di sini adalah mereka tidak bisa kelebihan atau kekurangan air. Tanaman ini sangat ingin lembab, bukan basah,\u201d ungkap Poole.<\/p>\n<p>\u201cAnda sebaiknya memasukkannya ke dalam pot tanah liat (mereka bernapas lebih baik) dan jangan menyiramnya dari atas. Sebagai gantinya, letakkan batu-batu kecil di piring di bawah pot,&#8221; imbuh Poole.<\/p>\n<p>Menurut Poole, tempatkan air langsung ke dalam piring alas pot sehingga hanya mengenai dasar pot. Ini menciptakan kubah kelembabannya sendiri di sekitar tanaman.<\/p>\n<p>Menempatkan suplir di ruangan yang lembab, seperti kamar mandi, juga merupakan pilihan yang aman.<\/p>\n<p><strong>5. Ivy<\/strong><\/p>\n<p>Populer untuk taman luar ruangan dan teras, ivy juga merupakan tanaman hias indoor dengan pencahayaan rendah yang bagus.<\/p>\n<p>Ada banyak varietas ivy, beberapa berwarna hijau murni, sementara yang lain memiliki variegasi putih dan hijau.<\/p>\n<p>Gelombang daunnya yang mengalir sangat toleran terhadap perawatan minim dan Anda hanya perlu menyiraminya ketika sudah benar-benar kering. Anda tidak pernah ingin mereka menjadi basah.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun Anda tidak perlu memangkasnya, jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih lebat, Anda dapat memotongnya kembali. Ini adalah tanaman lain yang mudah diambil steknya untuk menumbuhkan tanaman baru. Ambil potongan dan masukkan ke dalam segelas air sampai terbentuk akar,&#8221; saran Poole.<\/p>\n<p><strong>6. Bird of paradise<\/strong><\/p>\n<p>Tanaman hias bunga pisang Bird of Paradise memiliki tampilan tropis tetapi tidak membutuhkan banyak perawatan.<\/p>\n<p>Anda hanya membutuhkan tanah lembab, tetapi tidak pernah basah, jadi pastikan ada drainase yang tepat di tempatnya.<\/p>\n<p>Siram tanaman ini ketika tanah di atas terlihat kering.<\/p>\n<p>Tanaman dalam ruangan dengan pencahayaan rendah ini akan membutuhkan waktu lima tahun atau lebih untuk mekar, tetapi sementara itu, daunnya yang besar akan menambah suasana tropis ke ruangan Anda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawara Media\u00a0 www.jawarapost.com Menempatkan tanaman hias di dalam ruangan atau tanaman hias indoor tentu saja akan mempercantik interior rumah Anda. Namun, bagi tanaman, cahaya matahari merupakan aspek penting dalam kehidupannya. Barangkali ruang tamu atau ruang keluarga Anda tidak terkena cahaya matahari langsung di pagi atau siang hari. Lalu, apakah tanaman hias indoor bisa tetap hidup? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22012,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,634],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22011"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22011"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22013,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22011\/revisions\/22013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}