{"id":22149,"date":"2021-07-12T09:25:25","date_gmt":"2021-07-12T02:25:25","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=22149"},"modified":"2021-07-12T09:25:25","modified_gmt":"2021-07-12T02:25:25","slug":"pambaca-jp-perlu-tahu-hal-berikut-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/pambaca-jp-perlu-tahu-hal-berikut-ini\/","title":{"rendered":"Pambaca JP Perlu Tahu hal Berikut ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>JAWARAPOST.Com<\/strong><\/span> &#8211; Pemerintah memperketat perjalanan menggunakan transportasi umum dan pribadi di masa PPKM Darurat.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff9900;\"><strong>Terdapat dua Surat Edaran (SE) yang merevisi ketentuan sebelumnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><em>Perubahan SE tersebut ada di sektor perhubungan darat dan perkeretaapian. Kedua SE tersebut adalah:<\/em><\/p>\n<p>SE No 49 tahun 2021 tentang perubahan atas SE Menhub No 43 Tahun 2021 Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.<br \/>\nSE No 50 tahun 2021 tentang perubahan atas SE Menhub No 42 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.<\/p>\n<p>\u201cKedua SE ini berlaku efektif mulai Senin 12 Juli 2021, untuk memberikan kesempatan kepada operator untuk kesiapan dan sosialisasi kepada calon penumpang dan masyarakat,\u201d kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, dikutip dari laman Dephub, 9 Juli 2021.<\/p>\n<p><strong>Perubahan PPKM Darurat<\/strong><\/p>\n<p>Pihaknya menjelaskan secara umum ada dua poin perubahan di dalam SE tersebut, yakni:<\/p>\n<p>Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat (kendaraan pribadi maupun angkutan umum), angkutan sungai, danau dan penyeberangan, dan kereta api komuter, dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan, hanya berlaku untuk kepentingan sektor esensial dan sektor kritikal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.<\/p>\n<p>Perjalanan tersebut wajib dilengkapi dengan persyaratan dokumen berupa: Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh Pemda setempat dan\/atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel\/cap basah atau tanda tangan elektronik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-22151 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/60e14cb325c97-300x192.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/60e14cb325c97-300x192.jpg 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/60e14cb325c97-171x108.jpg 171w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/60e14cb325c97.jpg 375w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Perjalanan kereta api lokal<br \/>\nDengan adanya ketentuan baru tersebut, maka para penumpang kereta api lokal seperti KRL maupun kereta dalam wilayah aglomerasi wajib menggunakan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau sejenisnya.<\/p>\n<p>Melansir Twitter resmi KAI, perjalanan kereta api lokal hanya akan dibuka untuk melayani pekerja sektor esensial dan kritikal pada 12-20 Juli 2021.<\/p>\n<p>Sehingga mulai Senin (12\/7\/2021) masyarakat umum tidak bisa lagi menggunakan layanan perjalanan menggunakan kereta api lokal, baik KRL maupun kereta dalam wilayah aglomerasi, dalam rangka penerapan aturan PPKM Darurat.<\/p>\n<p>Para pekerja esensial dan kritikal yang akan naik kereta api lokal wajib membawa: STRP atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat, dan atau<\/p>\n<p>Surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel\/cap basah atau tanda tangan elektronik.<\/p>\n<p>Penumpang yg tidak bisa memenuhi ketentuan, dapat melakukan pembatalan di stasiun online, maksimal H+7 dari tanggal keberangkatan, pengembalian 100% di luar bea pesan.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penumpang kereta jarak jauh<\/strong><\/span><\/p>\n<p><em>Sementara itu untuk kereta jarak jauh syarat dan ketentuannya sebagai berikut:<\/em><\/p>\n<p>1. <strong>Perjalanan KA di pulau Jawa<\/strong><\/p>\n<p><em><strong>Menunjukan<\/strong><\/em> surat hasil RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2&#215;24 jam atau antigen sampelnya diambil maksimal 1&#215;24 jam dari keberangkatan KA<br \/>\nmenunjukkan kartu\/sertifikat vaksin minimal dosis pertama<br \/>\ngenose tidak berlaku sebagai syarat perjalanan KA.<\/p>\n<p>2. <strong>Perjalanan KA di pulau Sumatera\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em><strong>Menunjukan<\/strong><\/em> surat hasil RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2&#215;24 jam atau antigen sampelnya diambil maksimal 1&#215;24 jam dari keberangkatan KAgenose tidak berlaku sebagai syarat perjalanan KA.<\/p>\n<p><em>Ketentuan lainnya sebagai berikut:<\/em><\/p>\n<p><strong>Bagi pelaku perjalanan dibawah umur 5 tahun<\/strong> tidak diwajibkan untuk tes rt-pcr atau rapid test antigen sebagai syarat perjalanan<br \/>\nBagi pelaku perjalanan di bawah umur 18 tahun tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama<\/p>\n<p><strong>Pelaku perjalanan kereta<\/strong> dengan kepentingan khusus yang tidak\/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat menggunakan RT-PCRatau antigen saja.<\/p>\n<p>Perjalanan pribadi antar provinsi<br \/>\nAdita mengatakan terkait perjalanan pribadi antar provinsi masih mengacu pada Surat Edaran Satgas nomor 14.<\/p>\n<p>&#8220;Perjalanan pribadi antar provinsi sudah diatur di SE Satgas nomor 14, wajib vaksin dan antigen 1&#215;24 jam,&#8221; ungkapnya pada Kompas.com, Minggu (11\/7\/2021).<\/p>\n<p><span style=\"color: #666699;\"><strong>Adapun ketentuan di SE Satgas nomor 14 berbunyi:<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&#8220;Pelaku perjalanan dengan transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2&#215;24 jam sebelum keberangkatan, atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1&#215;24 jam sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.&#8221;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-22038 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/DIGITA-300x140.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"140\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/DIGITA-300x140.png 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/DIGITA-768x359.png 768w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/DIGITA-1024x479.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Hal tersebut berlaku bagi yang membawa kendaraan berupa mobil maupun sepeda motor.<\/p>\n<p><strong>Lewat Udara\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 &gt; <\/strong>Perjalanan menggunakan pesawat. Pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara yang melakukan penerbangan antar bandar udara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Bali wajib menunjukkan: kartu vaksin pertama surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2&#215;24 jam sebelum keberangkatan<\/p>\n<p>mengisi e-HAC Indonesia.<\/p>\n<p>Akan tetapi, diberitakan sebelumnya, hasil tes PCR atau rapid antigen sebagai syarat naik pesawat selama PPKM Darurat pada 3-20 Juli hanyalah dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).<\/p>\n<p>Selain itu para penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy atau dokumen fisik.<\/p>\n<p><strong>Berikut ini daftar laboratorium di DKI Jakarta yang terafiliasi dengan Kemenkes:<\/strong><\/p>\n<p>Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta<br \/>\nBalai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta<br \/>\nLaboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta<br \/>\nRumah Sakit Medistra<br \/>\nRumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto<br \/>\nLaboratorium Klinik Kimia Farma<br \/>\nRumah Sakit Bunda<br \/>\nRumah Sakit Pertamina Jaya<br \/>\nRumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita<br \/>\nRumah Sakit Umum Pusat Fatmawati<br \/>\nRumah Sakit Kanker Dharmais<br \/>\nRumah Sakit Polri Kramat Jati<br \/>\nRumah Sakit Umum Daerah Tarakan<\/p>\n<p><strong>Sementara itu di Jawa Barat daftarnya adalah sebagai berikut<\/strong>:<\/p>\n<p>RS Universitas Padjadjaran Bandung<br \/>\nRumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung<br \/>\nInstitut Pertanian Bogor<br \/>\nRumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi<br \/>\nLaboratorium Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka<br \/>\nBekasi<br \/>\nLaboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon<br \/>\nRumah Sakit Pelabuhan Cirebon<br \/>\nRumah Sakit Paru Karawang<br \/>\nBalai Veteriner Subang<br \/>\nLaboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Pelabuhanratu Sukabumi<br \/>\nLaboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Kabupaten Bogor<br \/>\nLaboratorium Rumah Sakit Dustira Cimahi<br \/>\nLaboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Kabupaten Purwakarta<br \/>\nDaftar lengkap bisa diakses di laman ini: daftar laboratorium.<\/p>\n<p><strong>Perjalanan laut<\/strong><br \/>\n&gt; Bagi penumpang kapal laut dari dan ke wilayah Jawa dan Bali wajib menunjukkan: kartu vaksin pertama surat keterangan hasil negatif RT-PCR Test yang pengambilan sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2&#215;24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang pengambilan sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1&#215;24 jam atau di pelabuhan sebelum keberangkatan mengisi e-HAC Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara itu penumpang kapal laut di luar wilayah Jawa dan Bali wajib menunjukkan: surat keterangan hasil negatif RT-PCR Test yang pengambilan sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2&#215;24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang pengambilan sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1&#215;24 jam atau di pelabuhan sebelum keberangkatan mengisi e-HAC Indonesia.<\/p>\n<p>Kedua ketentuan itu tidak berlaku bagi penumpang dengan menggunakan moda transportasi laut perintis, daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan), dan pelayaran terbatas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-21295 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/logo-institute-298x300.png\" alt=\"\" width=\"298\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/logo-institute-298x300.png 298w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/logo-institute-150x150.png 150w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/logo-institute-768x773.png 768w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/logo-institute-1017x1024.png 1017w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/logo-institute.png 1818w\" sizes=\"(max-width: 298px) 100vw, 298px\" \/><\/p>\n<p>Penumpang yang menunjukkan gejala indikasi Covid-19 walaupun berdasarkan surat keterangan RT-PCR Test atau Rapid Test Antigen menunjukkan hasil negatif, maka penumpang tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR serta isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.<\/p>\n<p>Lalu bagi penumpang dengan kepentingan khusus medis yang tidak\/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan: surat keterangan hasil negatif RT-PCR Test yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2&#215;24 jam sebelum keberangkatan, atau Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1&#215;24 jam sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.<\/p>\n<p>&gt; <em>Retia Kartika Dewi, Luthfia Ayu Azanella, Nabilla Ramadhian\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWARAPOST.Com &#8211; Pemerintah memperketat perjalanan menggunakan transportasi umum dan pribadi di masa PPKM Darurat. Terdapat dua Surat Edaran (SE) yang merevisi ketentuan sebelumnya. Perubahan SE tersebut ada di sektor perhubungan darat dan perkeretaapian. Kedua SE tersebut adalah: SE No 49 tahun 2021 tentang perubahan atas SE Menhub No 43 Tahun 2021 Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22149"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22149"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22152,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22149\/revisions\/22152"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}