{"id":2217,"date":"2018-08-23T11:13:13","date_gmt":"2018-08-23T11:13:13","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=2217"},"modified":"2018-08-23T11:13:13","modified_gmt":"2018-08-23T11:13:13","slug":"radar-bali-tanaman-tembakau-diserang-jamur-phytophtora-dan-bakteri-mozaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-bali-tanaman-tembakau-diserang-jamur-phytophtora-dan-bakteri-mozaik\/","title":{"rendered":"RADAR BALI : Tanaman Tembakau Diserang Jamur Phytophtora dan Bakteri Mozaik"},"content":{"rendered":"<p>SINGARAJA,\u00a0\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u2013 Budi daya Tembakau Virginia di Buleleng mengalami serangan penyakit ganas. Akibatnya lahan yang sudah ditanami tembakau mengalami kerusakan hingga 15 persen dari luas lahan keseluruhan. Serangan penyakit ini, mengakibatkan petani menelan kerugian.<\/p>\n<p>Ada sekitar satu hektar lahan yang sudah ditanami tembakau gagal panen dan untuk menekan kerugian petani terpaksa mengganti dengan menanam jagung. Umumnya serangan penyakit disebarkan oleh Jamur\u00a0Phytophtora\u00a0dan Bakteri\u00a0Mozaik.<\/p>\n<div class=\"td-header-wrap\">\n<div id=\"td-header-menu\">\n<div class=\"td-main-menu-logo\">Paling parah serangannya ditemukan di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt. Di Desa ini, lahan seluas sekitar 1 hektar terserang kedua penyakit ini dengan intensitas serangan berat. Bahkan, petani di desa ini gagal panen dan untuk mengurangi kerugian modal yang sudah dikeluarkan, petani terpaksa menanam jangung atau jenis palawija lain.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2197 alignleft\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/images-3-2.png\" alt=\"\" width=\"208\" height=\"243\" \/>Sedangkan di desa lain serangan penyakitnya tergolong kecil, namun petani juga tidak bisa mengganti tanaman yang terserng penyakit ganas ini. Tanaman yang terserang itu pun dicabut lalu dimusnahkan untuk mengurangi resiko penyebaran yang meluas ke lahan yang lain.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"td-container\">\n<article id=\"post-53709\" class=\"post-53709 post type-post status-publish format-standard hentry category-bali category-buleleng category-ekonomi category-pertanian tag-bakteri-mozaik tag-jamur-phytophtora tag-tanaman tag-tembakau\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p>Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Buleleng Agung Adnyana mengatakan, Jamur\u00a0Phytophtora\u00a0mengakibatkan daun tembakau menguning sebelum cukup umur dipanen. Daun yang terlanjur tersereng itu lebih dikenal dengan istilah\u00a0lanas.<\/p>\n<p>Sedangkan\u00a0Bakteri\u00a0Mozaik\u00a0menyerang dari batang hingga daun paling atas. Akibat serangan bakteri ganas ini pertumbuhan tembakau kerdil dan tekstur daun seperti kulit kriput. Tanaman yang tersereng itu dipastikan tidak akan bisa tumbuh normal dan kalau dipaksakan serangannya akan bertambah parah.<\/p>\n<p>Atas serangan kedua penyakit ini, petani bisa melakukan pengendalian dengan memusnahkan tanaman yang sudah terlanjur disereng. Untuk mencegah penularannya, petani kemudian menaburkan\u00a0Dolomit,\u00a0pada bekas lubang tanaman yang tesereng. Hanya saja, langkah ini epektif bisa dilakukan kalau intensitas serangan ringan. Hanya saja, laporan dari rekan sesama petani menyebut ada areal kebun tembakau intensitas serangan penyakit-nya tinggi.<\/p>\n<p>Atas kondisi itu, petani gagal melanjutkan usaha taninya karena tembakau gagal panen. Menekan kerugian yang dialami, petani mengisi lahan dengan jagung atau palawija yang lain. \u201cHampir merata ada serangan penyakit ini. Kalau yang intensitas serangannya ringan itu sudah bisa ditangani dengan pemusnahan tanaman yang sudah trsereng. Namun yang tidak bisa diselamatkan lagi itu ada sekitar 1 hektar dan sekarang sudah ditanami jagung dan kacang-kacangan,\u201d katanya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2083 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/logo-73-3-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/logo-73-3-300x300.png 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/logo-73-3-150x150.png 150w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/logo-73-3-768x769.png 768w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/logo-73-3-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/logo-73-3.png 1437w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Di sisi lain Agung Adnyana mengataan, dua penyakit ini sudah menjadi penyakit \u201clangganan\u201d yang tidak bisa dibasmi dengan permanen. Penyekit ini seperti tidak bisa diputus mata rantainya karena beberapa faktor penyebab diantaranya pemakaian benih tanaman yang yang sama setiap musim tanam.<\/p>\n<p>@mudiarta<\/p>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<div class=\"td-a-rec td-a-rec-id-content_bottom_mob \"><\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"td-container\">\n<article id=\"post-53709\" class=\"post-53709 post type-post status-publish format-standard hentry category-bali category-buleleng category-ekonomi category-pertanian tag-bakteri-mozaik tag-jamur-phytophtora tag-tanaman tag-tembakau\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINGARAJA,\u00a0\u00a0Jawara Post\u2013 Budi daya Tembakau Virginia di Buleleng mengalami serangan penyakit ganas. Akibatnya lahan yang sudah ditanami tembakau mengalami kerusakan hingga 15 persen dari luas lahan keseluruhan. Serangan penyakit ini, mengakibatkan petani menelan kerugian. Ada sekitar satu hektar lahan yang sudah ditanami tembakau gagal panen dan untuk menekan kerugian petani terpaksa mengganti dengan menanam jagung. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2218,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2217"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2217"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2219,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2217\/revisions\/2219"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}