{"id":23085,"date":"2021-12-24T16:30:53","date_gmt":"2021-12-24T09:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=23085"},"modified":"2021-12-24T16:30:53","modified_gmt":"2021-12-24T09:30:53","slug":"ratusan-warga-sepudi-terlantar-dipelabuhan-kalbut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/ratusan-warga-sepudi-terlantar-dipelabuhan-kalbut\/","title":{"rendered":"Ratusan Warga Sepudi Terlantar Dipelabuhan Kalbut"},"content":{"rendered":"<p><strong>SITUBONDO, JP. Com<\/strong> \u2013 Ratusan warga Pulau Sapudi, Madura, Jawa Timur terlantar di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Situbondo Kamis (23\/12\/2021).<\/p>\n<p>Alasannya, mereka tidak di perbolehkan untuk melakukan perjalanan laut dari Situbondo ke Pulau Madura karena kapal kelebihan penumpang.<\/p>\n<p>Rofiq, warga asal Sapudi, Pulau Madura mengatakan, dirinya bersama rombongan asal Madura mendatangi Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo, dalam rangka haul.<\/p>\n<p>Namun setelah acara selesai, pihaknya bermaksud untuk kembali ke rumah melalui perjalanan laut.<\/p>\n<p>\u201cKita rombongan dari Madura ke Situbondo, dan pulang juga rombongan. Pada saat mau menaiki kapal Fery di Pelabuhan Jangkar, pihak petugas melarang kita.<\/p>\n<p>Alasannya karena kelebihan penumpang,\u201d ujar Rofiq, kepada wartawan, Kamis(23\/12\/21).<\/p>\n<p>Lantaran dilarang oleh petugas, Rofiq mengaku kaget, pasalnya pada saat dirinya bersama rombongan awal mula datang ke Situbondo menggunakan kapal laut, jumlah penumpang yang ada lebih dari 80 orang.<\/p>\n<p>\u201cTadi kita dilarang karena kelebihan muatan, bahkan pada saat kita sudah lari-lari menuju kapal, petugas langsung menutup pintu kapal. Tentu kami heran dan terkejut atas kejadian saat ini. Kenapa baru sekarang ada batasan yang diberlakukan, kenapa kemarin tidak di terapkan juga,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Rofiq, petugas apabila menerapkan aturan jangan setengah-setengah. Sebab bagi orang awam yang tidak paham malah menjadi bingung.<\/p>\n<p>\u201cKalau mau ngikutin aturan, maka penerapannya harus konsisten jangan separuh-separuh. Kemarin bisa sekarang tidak bisa. Karena kami orang awam, dan jangan buat kami bingung dengan kebijakan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Rofiq menambahkan, pihaknya bersama rombongan dihimbau untuk menuju pada Pelabuhan Kalbut, dikarena kapasitas kapal yang ada di sana tercukupi.<\/p>\n<p>\u201cKarena di Pelabuhan Jangkar penuh, kami diarahkan kesini. Tapi sampai sini juga tidak bisa berangkat, alasan dari petugas karena faktor cuaca buruk,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Kepala BPTFD Pelabuhan Jangkar, Arif mengatakan, keterbatasan armada kapal dan jumlah penumpang membuat penumpang lain tidak bisa melakukan perjalanan laut.<\/p>\n<p>\u201cIntinya kami melakukan pemuatan penumpang menyesuaikan kapasitas kapal muatan hanya 80 orang. Jadi sebenarnya di luar itu kami ada surat edaran, tapi kayaknya belum berlaku, baru besok hanya 75 persen tiap hari hari. Kami muat 80 orang sesuai dengan yang di ijinkan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Mengenai dugaan adanya penelantaran penumpang, Arif mengatakan, bukan menelantarkan, sebab sudah ada solusi dari kepolisian, dan di fasilitasi untuk di bawa ke Pelabuhan Kalbut.<\/p>\n<p><strong> Iw\/Bs\/red<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SITUBONDO, JP. Com \u2013 Ratusan warga Pulau Sapudi, Madura, Jawa Timur terlantar di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Situbondo Kamis (23\/12\/2021). Alasannya, mereka tidak di perbolehkan untuk melakukan perjalanan laut dari Situbondo ke Pulau Madura karena kapal kelebihan penumpang. Rofiq, warga asal Sapudi, Pulau Madura mengatakan, dirinya bersama rombongan asal Madura mendatangi Pondok Pesantren [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23085"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23085"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23085\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23087,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23085\/revisions\/23087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}