{"id":25322,"date":"2022-06-02T13:56:56","date_gmt":"2022-06-02T06:56:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=25322"},"modified":"2022-06-02T13:57:23","modified_gmt":"2022-06-02T06:57:23","slug":"berikut-ini-daftar-pangkat-tni-ad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/berikut-ini-daftar-pangkat-tni-ad\/","title":{"rendered":"Berikut ini Daftar Pangkat TNI AD"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAWARA POST. Com<\/strong>&#8211; Menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan salah satu dari banyak profesi yang dicita-citakan.<\/p>\n<p>Gaji dan tunjangan prajurit TNI yang bersifat tetap dari negara menjadi salah satu alasannya.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, terdapat tiga matra di TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).<\/p>\n<p>Di TNI, tanda kepangkatan menjadi sangat penting untuk menunjukan kedudukan dan tanggungjawab seorang prajurit.<\/p>\n<p>Pada artikel kali ini akan fokus membahas soal urutan kepangkatan di lingkungan TNI AD.<\/p>\n<p>Berikut informasi selengkapnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Urutan pangkat TNI AD<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dilansir dari laman tni.mil.id, berikut urutan pangkat di TNI AD dari yang tertinggi hingga terendah:<\/em><\/p>\n<p>Jenderal TNI<br \/>\nLetnan Jenderal (Letjen) TNI<br \/>\nMayor Jenderal (Mayjen) TNI<br \/>\nBrigadir Jenderal (Brigjen) TNI<br \/>\nKolonel (Kol)<br \/>\nLetnan Kolonel (Letkol)<br \/>\nMayor (May)<br \/>\nKapten (Kapt)<br \/>\nLetnan Satu (Lettu)<br \/>\nLetnan Dua (Letda)<br \/>\nPembantu Letnan Satu (Peltu)<br \/>\nPembantu Letnan Dua (Pelda)<br \/>\nSersan Mayor (Serma)<br \/>\nSersan Kepala (Serka)<br \/>\nSersan Satu (Sertu)<br \/>\nSersan Dua (Serda)<br \/>\nKopral Kepala (Kopka)<br \/>\nKopral Satu (Koptu)<br \/>\nKopral Dua (Kopda)<br \/>\nPrajurit Kepala (Praka)<br \/>\nPrajurit Satu (Pratu)<br \/>\nPrajurit Dua (Prada).<\/p>\n<p>Golongan Perwira Tinggi hingga Perwira Pertama di TNI AD<br \/>\nMerujuk Peraturan Panglima TNI Nomor 40 Tahun 2018, dijelaskan terkait golongan pangkat Perwira Tinggi (Pati) di TNI AD, meliputi:<\/p>\n<p>Jenderal TNI<br \/>\nLetjen TNI<br \/>\nMayjen TNI<br \/>\nBrigjen TNI.<br \/>\nSementara itu, Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan TNI AD, antara lain:<\/p>\n<p>Kolonel<br \/>\nLetkol<br \/>\nMayor.<br \/>\nPerwira Pertama (Pama) di TNI AD:<\/p>\n<p>Kapten<br \/>\nLettu<br \/>\nLetda.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Persyaratan kenaikan pangkat reguler Perwira<\/strong><\/em><\/p>\n<p>1. Telah menduduki jabatan penuh dalam jabatan berdasarkan keputusan dari pejabat yang berwenang.<\/p>\n<p>2. Memenuhi norma waktu kenaikan pangkat, yaitu:<\/p>\n<p>Bagi golongan kepangkatan Pama hingga Pamen ditentukan berdasarkan Masa Dinas Perwira (MDP) dan Masa Dinas Dalam Pangkat (MDDP);<br \/>\nDari golongan Pamen ke Pati Bintang 1 ditentukan berdasarkan MDP;<br \/>\nDalam golongan Pati tidak diberlakukan ketentuan MDP;<br \/>\nKetentuan MDDP paling singkat 2 tahun; dan<br \/>\nKPRP tidak diberlakukan ketentuan MDP dan MDDP.<\/p>\n<p>3. Kenaikan pangkat berdasarkan MDP diatur dengan ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<p>Kenaikan pangkat dari Letda ke Lettu MDP paling rendah 4 tahun bagi perwira lulusan pendidikan Sesarcab\/setingkat.<\/p>\n<p>Kenaikan pangkat dari Lettu ke Kapten MDP paling rendah 9 tahun bagi perwira lulusan pendidikan Sesarcab\/setingkat.<\/p>\n<p>Kenaikan pangkat dari Kapten ke Mayor:<br \/>\nMDP paling rendah 14 tahun bagi perwira lulusan Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa)\/setingkat;<br \/>\nMDP paling rendah 16 tahun bagi Perwira lulusan pendidikan Sesarcab\/setingkat dan Dikbangspes\/Dikilpengtek;<br \/>\nMDP paling rendah 18 tahun bagi perwira lulusan pendidikan Sesarcab\/setingkat.<\/p>\n<p>4. Kenaikan pangkat Mayor ke Letkol diatur sebagai berikut:<\/p>\n<p>MDP paling rendah 18 tahun bagi perwira lulusan Sesko Angkatan atau pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Sesko Angkatan;<br \/>\nMDP paling rendah 21 tahun bagi perwira lulusan Diklapa\/setingkat dan pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Diklapa dan Dikbangspes\/Dikilpengtek;<br \/>\nMDP paling rendah 23 tahun bagi perwira lulusan Diklapa\/setingkat atau pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Diklapa\/setingkat;<br \/>\nMDP paling rendah 25 tahun bagi perwira lulusan Sesarcab\/setingkat dan Dikbangspes\/Dikilpengtek.<\/p>\n<p>5. Kenaikan pangkat Letkol ke Kolonel diatur sebagai berikut:<\/p>\n<p>MDP paling rendah 22 tahun bagi perwira lulusan Sesko Angkatan atau pendidikan luar negeri yang disetarakanb dengan Sesko Angkatan;<br \/>\nMDP paling rendah 25 tahun bagi perwira lulusan Diklapa\/setingkat dan Dikbangspes\/Dikilpengtek; dan<br \/>\nMDP paling rendah 27 tahun bagi perwira lulusan Diklapa\/setingkat.<br \/>\n6. Kenaikan pangkat Kolonel ke Pati Bintang Satu diatur sebagai berikut:<\/p>\n<p>MDP 26 tahun bagi perwira lulusan Sesko TNI atau pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Sesko TNI;<br \/>\nMDP 28 tahun bagi perwira lulusan Sesko Angkatan atau pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Sesko Angkatan; dan MDP 30 tahun bagi perwira lulusan Diklapa\/setingkat atau pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Diklapa dan Dikbangspes.<\/p>\n<p>Kenaikan pangkat reguler Kolonel ke Pati Bintang Satu sebagaimana dimaksud pada huruf c angka 6, dapat dikecualikan berdasarkan kebutuhan organisasi atas persetujuan Panglima TNI.<\/p>\n<p>Pangkat penghargaan<br \/>\nPrajurit TNI AD melakukan penyergapan musuh saat latihan tempur kota (Latpurkota) Yonif 407\/PK di Gedung Birao, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (11\/3\/2022).<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut digelar selama dua hari sebagai sarana meningkatkan kemampuan tempur kota baik keterampilan individu maupun kerja sama dalam tim bagi Satjar Kodam IV\/Diponegoro khususnya Yonif 407\/PK.<\/p>\n<p>1. Kenaikan pangkat penghargaan diberikan kepada prajurit yang memenuhi persyaratan.<\/p>\n<p>2. Persyaratan kenaikan pangkat penghargaan diatur sebagai berikut:<\/p>\n<p>Memenuhi MDP minimal yang dipersyaratkan bagi kenaikan pangkat reguler;<br \/>\nKhusus Kenaikan Pangkat Penghargaan ke Letda, MDDP Peltu sekurang-kurangnya 5 tahun dan Kenaikan Pangkat Penghargaan ke Serda MDDP Kopka sekurang-kurangnya 5 tahun;<br \/>\nAkan diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan karena mencapai batas usia pensiun baik bagi yang melaksanakan MPP maupun tidak dan mempunyai akibat administrasi penuh;<br \/>\nTelah melaksanakan pengabdian tanpa terputus dengan dedikasi dan prestasi kerja yang tinggi;<br \/>\nTidak pernah cacat dalam pengabdiannya; dan<br \/>\nMemiliki Bintang Angkatan dan atau penghargaan lainnya yang setingkat.<br \/>\n3. Tidak pernah cacat adalah prajurit selama melaksanakan tugas tidak pernah dihukum dalam perkara pidana atau disiplin.<\/p>\n<p>4. Kenaikan Pangkat Penghargaan merupakan pangkat efektif terakhir dan berlaku sampai Pati Bintang Dua.<\/p>\n<p>5. Kenaikan Pangkat Penghargaan diajukan dengan prosedur sebagaimana usul kenaikan pangkat reguler.<\/p>\n<p>6. Kelengkapan administrasi usulan Kenaikan Pangkat Penghargaan seperti UKP reguler dengan melampirkan salinan Keppres Penganugerahan Bintang Angkatan<\/p>\n<p>?redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWARA POST. Com&#8211; Menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan salah satu dari banyak profesi yang dicita-citakan. Gaji dan tunjangan prajurit TNI yang bersifat tetap dari negara menjadi salah satu alasannya. Sebagai informasi, terdapat tiga matra di TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Di TNI, tanda kepangkatan menjadi sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25322"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25324,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25322\/revisions\/25324"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}