{"id":2581,"date":"2018-09-01T07:35:13","date_gmt":"2018-09-01T07:35:13","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=2581"},"modified":"2018-09-01T07:39:22","modified_gmt":"2018-09-01T07:39:22","slug":"radar-arjuno-kampung-dengan-replika-binatang-dari-ban-bekas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-arjuno-kampung-dengan-replika-binatang-dari-ban-bekas\/","title":{"rendered":"RADAR ARJUNO : Kampung Dengan Replika Binatang dari Ban Bekas"},"content":{"rendered":"<p><strong>MALANG,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u00a0<\/strong>&#8211; Sudut kampung di Jalan Teratai, Cempokomulyo, Kepanjen, Kabupaten Malang, kini nampak beda. Replika binatang menyerupai aslinya menghiasi bagian depan rumah-rumah warga. Menariknya, replika binatang itu terbuat dari ban bekas.<\/p>\n<p>Adalah Supriyatna (45), warga setempat, yang menciptakan replika binatang-binatang ini. Idenya justru bermula ketika Supriyatna risih sekaligus prihatin dengan tumpukan ban bekas yang ada di sekitar lingkungannya.<\/p>\n<div id=\"attachment_2582\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-2582\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2582\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/98637ec9-8517-423b-9ef7-d64b3191f60f_169-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/98637ec9-8517-423b-9ef7-d64b3191f60f_169-300x169.jpeg 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/98637ec9-8517-423b-9ef7-d64b3191f60f_169.jpeg 620w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-2582\" class=\"wp-caption-text\">Foto : by wartawan detik<\/p><\/div>\n<p>Limbah ban bekas yang rata-rata berasal dari motor tersebut banyak dibuang begitu saja di tempat pembuangan sampah. Ia pun khawatir jika ban-ban itu kemudian ikut terbakar. Bapak dua anak itu lantas tergerak untuk berbuat sesuatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8220;Awalnya banyak terbuang ban bekas di sini, tak bermanfaat. jika sampai ikut terbakat juga sangat mengganggu lingkungan,&#8221; ungkapnya saat berbincang dengan <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">awakmedia<\/a>\u00a0Sabtu (1\/9\/2018).<\/p>\n<p>Supriyatna kemudian &#8216;menyulap&#8217; ban-ban bekas itu menjadi replika binatang. Semua dikerjakannya seorang diri, di sela-sela waktu luangnya sebagai pemilah sampah.<\/p>\n<p>Cat yang digunakan untuk menghias replika binatang hingga nyaris mirip aslinya itu juga dibeli <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Supriyatna<\/a> dengan modal sendiri. Namun ia mengaku tak banyak biaya yang dikeluarkan untuk ini.<\/p>\n<p>Setelah jadi, awalnya replika-replika binatang itu dipajang di depan rumahnya saja. Karena hasil karyanya semakin banyak, ia lantas memajangnya di sejumlah sudut kampung.<\/p>\n<p>Lama-kelamaan warga mulai mengapresiasi hasil karya Supriyatna. &#8220;Saya ingin kampung ini menjadi kampung tematik. Replika binatang ada di sini semua. Ini juga bisa memberi edukasi, betapa pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga ingin ketika datang kesini, bisa melihat beragam bentuk hewan, terutama anak-anak. Mereka bisa sejak dini mengenal binatang mirip dengan wujud aslinya,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Sejumlah replika binatang yang ditampilkan di kampung ini antara lain kodok, kalajengking, dan berbagai jenis burung dengan beragam ukuran.<\/p>\n<p>@detik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG,\u00a0Jawara Post\u00a0&#8211; Sudut kampung di Jalan Teratai, Cempokomulyo, Kepanjen, Kabupaten Malang, kini nampak beda. Replika binatang menyerupai aslinya menghiasi bagian depan rumah-rumah warga. Menariknya, replika binatang itu terbuat dari ban bekas. Adalah Supriyatna (45), warga setempat, yang menciptakan replika binatang-binatang ini. Idenya justru bermula ketika Supriyatna risih sekaligus prihatin dengan tumpukan ban bekas yang ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2583,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2581"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2581"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2586,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2581\/revisions\/2586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}