{"id":25937,"date":"2022-10-26T11:42:23","date_gmt":"2022-10-26T04:42:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=25937"},"modified":"2022-10-26T11:52:17","modified_gmt":"2022-10-26T04:52:17","slug":"dianggap-tak-ada-koordinasi-cv-bintang-utama-dikeluhkan-pekerjaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/dianggap-tak-ada-koordinasi-cv-bintang-utama-dikeluhkan-pekerjaannya\/","title":{"rendered":"Dianggap Tak ada Koordinasi, CV. BIntang Utama Dikeluhkan Pekerjaannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>SITUBONDO, JP. Com<\/strong> &#8212; Proyek irigasi yang berada di area persawahan Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, Situbondo, Jatim, mulai disoal warga, Rabu (26\/10\/2022). Pasalnya, tebing sawah nyaris rusak dan pekerjaan dianggap asal asalan.<\/p>\n<p>Shl, warga petani setempat, mengatakan bahwa keprasan tebing sawah dibiarkan, sehingga dianggap sangat merugikan petani. &#8220;Jika seperti ini sangat jelas kami yang dirugikan, &#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Menurut warga lainnya, pekerjaan ini kayaknya didasari sikap arogan pelaksananya. Betapa tidak, ketika diajak koordinasi, pelaksana proyek merasa aku dan seperti kebal hukum lantaran merasa orangnya Bupati Karna.<\/p>\n<p>&#8220;Jika diajak komunikasi, kontraktor cq pelaksana mentang mentang orangnya pemkab. Masak seperti ini pelaksana program peningkatan pangan paska apndemi. Kami minta APH turun tangan sebelum warga main demo dilapangan, &#8221; timpal petani setempat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/dianggap-tak-ada-koordinasi-cv-bintang-utama-dikeluhkan-pekerjaannya\/img-20221026-wa0003\/\" rel=\"attachment wp-att-25938\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-large wp-image-25938\" src=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221026-WA0003-768x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221026-WA0003-768x1024.jpg 768w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221026-WA0003-225x300.jpg 225w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/IMG-20221026-WA0003.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Yudi &#8211; panggilan pelaksananya, berulang kali dihubungi via telpon tidak diangkat. Padahal, juklak juknis yang diarahkan oleh bupati situbondo tidak lah seepeti itu.<\/p>\n<p>Komunikasi dan koordinasi yang baik dengan penerima manfaat, akan l3bih elok dalam merealisasikan anggaran program percepatan pemulihan ekonomi paska pandemi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan sampaikan pada P1 (Bupati) terkait hal itu. Pasalnya, ini keluhan warga petani. Kami selalu NGO sekedar mendampingi, hasilnya nantinya biar warga mendengar langsung, &#8221; kata Syiful Basri, Korlap LSM Jawara.<\/p>\n<p>Pantauan di lapangan, proyekjaringan irigasi dengan dana 135.936.000 dengan Nomor\u00a0 : 027\/60\/PPKom\/ 431.221.22\/2022 adalah proyek pengembangan jaringan irigasi usaha tani di Desa Mojodungkol, ada sejumlah tebing sawah dilepas lalu dibiarkan.<\/p>\n<p>Bukan cuma dilepas, melainkan sejumlah pohon tanaman ditebang, termasuk pohon pisang yang ditanam petani yang selami ini dijadikan sumber pendapatan tambahan hasil taninya, ikut dibabat habis.<\/p>\n<p>Hal itu yang memantik reaksi protes dari petani setempat, bahkan sebagian ada yang komplain ke kepala desa, padahal sang kades mengaku selami ini pihak kontraktor kurang koordinasi nya dengan desa.<\/p>\n<p><em><strong>Redaksi<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SITUBONDO, JP. Com &#8212; Proyek irigasi yang berada di area persawahan Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, Situbondo, Jatim, mulai disoal warga, Rabu (26\/10\/2022). Pasalnya, tebing sawah nyaris rusak dan pekerjaan dianggap asal asalan. Shl, warga petani setempat, mengatakan bahwa keprasan tebing sawah dibiarkan, sehingga dianggap sangat merugikan petani. &#8220;Jika seperti ini sangat jelas kami yang dirugikan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25939,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25937"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25937"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25943,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25937\/revisions\/25943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}