{"id":285,"date":"2018-07-06T08:50:45","date_gmt":"2018-07-06T08:50:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/?p=285"},"modified":"2018-07-06T08:50:45","modified_gmt":"2018-07-06T08:50:45","slug":"apata-sejatine-urip-ing-dalem-panguripan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/apata-sejatine-urip-ing-dalem-panguripan\/","title":{"rendered":"Apata Sejatine Urip Ing Dalem Panguripan"},"content":{"rendered":"<h3 id=\"sites-page-title-header\" align=\"left\"><\/h3>\n<div id=\"sites-canvas-main\" class=\"sites-canvas-main\">\n<div id=\"sites-canvas-main-content\">\n<table class=\"sites-layout-name-one-column sites-layout-hbox\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td class=\"sites-layout-tile sites-tile-name-content-1\">\n<div dir=\"ltr\">\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Dalam diri manusia pasti timbul tiga masalah besar yang harus dijawab dan diselesaikan. Permasalahan yang timbul yaitu:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0Bagaimana kita ada?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0Untuk apa kita ada? Apa tujuan kita ada?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">3.\u00a0\u00a0\u00a0Kemana kita akan kembali?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Untuk menjawab pertanyaan pertama, muncul berbagai teori yang muncul. Diantaranya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Abiogenesis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Biogenesis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">3.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Pertanyaan ke-2 memunculkan teori:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Western, yaitu bersenang-senang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Kebutuhan, yaitu secara naluri manusia hudup untuk mencari kebahagiaan dan memenuhi kebutuhannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">3.\u00a0\u00a0\u00a0Islam menjawab bahwa manusia diciptakan Allah adalah untuk beribadah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Pertanyaan ke-3 melahirkan jawaban:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0Teori \u201cmati ya mati\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Reinkarnasi dan Teori Surga-Neraka<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">3.\u00a0\u00a0\u00a0Islam menjawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Sering kita jumpai umat Islam yang begitu taqlid kepada pemimpinnya. Hal itu wajar-wajar saja karena untuk menanamkan Doktrin teologi. Namun, dalam pendoktrinan tersebut seringkali justru menimbulkan fanatik sempit. Padahal untuk mendalami Islam itu sendiri ada dua aqidah (keyakinan dasar) yang mendasari berbagai hukum dalam Islam. Karena Islam adalah agama yang logis dan berdasarkan pada Ilmu Pengetahuan. Kedua aqidah itu adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0Aqidah Naqli (Dalil Naqli) dan perumpamaannya, yaitu keyakinan yang berdasarkan pada Al-Qur\u2019an, Hadist, Ijma\u2019, dan Qias.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0Aqidah Aqli (Dalil Aqli) dan perumpamaannya, yaitu keyakinan yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan ayat-ayat Allah yang terdapat di alam semesta sekitar kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Pada dasarnya, manusia bersifat hanifan, yaitu menyukai hal-hal yang baik dan indah. Oleh karenanya, manusia secara naluri ingin dan mencari kebahagiaan. Sedangkan bahagia itu sendiri terbagi menjadi kebahagiaan batin dan kebahagiaan jasmani. Lebih jelasnya, manusia akan merasa bahagia jika kebutuhannya terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan jasmani, manusia bekerja untuk mencari makan, minum, sandang, pangan, papan, dan hal-hal yang bersifat sekunder lainnya. Secara rohani, manusia membutuhkan ketenangan yang bisa dia dapatkan melalui agama, moral, hukum, aliran kepercayaan, dsb.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Secara naluri, manusia akan mencari Tuhannya. Karena pada dasarnya manusia memiliki sifat \u201cmanut\u201d, taat atau berbakti. Hanya saja \u2018ketaatannya\u2019 tersebut relatif, kepada siapa dia membaktikan diri? Bisa bakti kepada orang-tua, hawa nafsunya dan keinginannya sendiri, Tuhan, hukum, atasan, peraturan, dsb. Sebelum mengenal agama pun manusia sudah mencari Tuhan (baca:Tuan)nya, dengan menyebah matahari, laut, pohon, dewa-dewi, danyang, dsb(animisme &amp; dinamisme). Namun seringkali manusia lupa, sehingga tanpa disadarinya dalam memenuhi kebutuhannya tersebut manusia merusak sifat kehanifannya dengan nafsu(baca:keinginan)nya untuk memperoleh harta, tahta(prestise\/kedudukan), wanita, dsb.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam diri manusia pasti timbul tiga masalah besar yang harus dijawab dan diselesaikan. Permasalahan yang timbul yaitu: 1.\u00a0\u00a0\u00a0Bagaimana kita ada? 2.\u00a0\u00a0\u00a0Untuk apa kita ada? Apa tujuan kita ada? 3.\u00a0\u00a0\u00a0Kemana kita akan kembali? Untuk menjawab pertanyaan pertama, muncul berbagai teori yang muncul. Diantaranya: 1.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Abiogenesis 2.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Biogenesis 3.\u00a0\u00a0\u00a0Teori Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha) Pertanyaan ke-2 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=285"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":287,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285\/revisions\/287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}