{"id":28532,"date":"2024-12-26T13:41:00","date_gmt":"2024-12-26T06:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=28532"},"modified":"2024-12-26T13:41:00","modified_gmt":"2024-12-26T06:41:00","slug":"kontroversi-penolakan-rujukan-di-puskesmas-besuk-apa-kata-dokter-basuki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/kontroversi-penolakan-rujukan-di-puskesmas-besuk-apa-kata-dokter-basuki\/","title":{"rendered":"Kontroversi Penolakan Rujukan di Puskesmas Besuk: Apa Kata Dokter Basuki?"},"content":{"rendered":"<p><strong>PROBOLINGGO, JP<\/strong> &#8211; Upaya pasien berinisial S, warga Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, untuk mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas Besuk berujung pada penolakan. Yang ditangani oleh Dr. H. Rahmat Basuki, MMKes, pada Senin (23\/12), mengakibatkan permintaan tersebut ditolak, meskipun keluarga pasien mengaku telah memenuhi semua syarat administrasi.<\/p>\n<p>Penolakan ini membuat keluarga pasien kecewa. Aris, salah satu anggota keluarga, mengaku pihaknya telah membawa seluruh dokumen yang diperlukan, termasuk surat DPJP (dokter penanggung jawab pelayanan) dari RS Dokter Soebandi Jember.<\/p>\n<p>\u201cBerkas kami sudah lengkap, tapi dokter Basuki tetap menolak dengan alasan yang tidak jelas. Padahal pasien harus segera mendapat pengobatan di rumah sakit,\u201d keluh Aris.<\/p>\n<p>Dokumen Lengkap, Tetap Ditolak<\/p>\n<p>Aris menambahkan bahwa seluruh dokumen telah disiapkan dengan baik. Namun, saat diserahkan ke Puskesmas, Dr. Basuki menyatakan berkas tersebut tidak memenuhi syarat.<\/p>\n<p>\u201cDokter hanya membaca sekilas lalu mengatakan berkas tidak lengkap. Padahal, kami sudah membawa semua yang diminta, termasuk DPJP,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Penolakan tersebut, lanjut Aris, disampaikan dengan nada tinggi yang dirasa tidak sopan. \u201cDokter bahkan terkesan marah-marah dan tidak menunjukkan empati kepada kami sebagai keluarga pasien. Terkesan dokter Basuki songong,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp pada Rabu (25\/12), Dr. Basuki membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut penolakan terjadi karena dokumen yang dibawa keluarga pasien tidak sesuai dengan prosedur BPJS.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada DPJP-nya pasti saya kasik. Nanti hari apa ya, sekarang kan libur. Kalau ada DPJP-nya, pasti saya kasih. Nggak ada pasiennya pun saya kasih. Biasanya itu yang minta rujukan nggak bawa apa-apa. Nah, itu yang nggak bisa saya tulis. Karena nggak semua penyakit itu bisa dirujuk BPJS,\u201d ujar Dr. Basuki.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada DPJP-nya pasti saya kasik, tanpa pasien pun nggak apa-apa. Karena itu yang saya lampirkan nanti ke rumah sakit,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Namun, keluarga pasien tetap merasa bingung dan kecewa dengan penjelasan tersebut. Mereka mengaku sudah membawa seluruh berkas yang diminta sesuai dengan prosedur yang berlaku, tetapi penolakan tetap terjadi. Aris, anggota keluarga pasien, mengungkapkan rasa kecewa terhadap sikap Dr. Basuki yang dianggapnya tidak kooperatif.<\/p>\n<p>RS Tolak Pasien Tanpa Rujukan<\/p>\n<p>Karena tidak mendapatkan rujukan dari Puskesmas Besuk, pasien akhirnya dibawa langsung ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Otomatis, pihak rumah sakit menolak memberikan pelayanan karena tidak ada rujukan resmi dari Puskesmas Besuk.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya ingin pasien mendapatkan perawatan secepatnya. Tapi, tanpa surat rujukan, rumah sakit pun tidak bisa membantu. Kami benar-benar kecewa,\u201d ujar Aris.<\/p>\n<p>Pelayanan yang Dilakukan oleh Dokter Basuki<\/p>\n<p>Kasus ini menuai kritik dari keluarga pasien terhadap sikap Dr. Basuki tidak profesional dan kurang kooperatif dalam menangani pasien.<\/p>\n<p>\u201cDokter seharusnya membantu, bukan mempersulit. Kalau ada kekurangan, bisa dijelaskan baik-baik. Jangan langsung menolak dengan nada tinggi,\u201d tutup Aris.(Fik)<\/p>\n<p>Bersambung!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROBOLINGGO, JP &#8211; Upaya pasien berinisial S, warga Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, untuk mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas Besuk berujung pada penolakan. Yang ditangani oleh Dr. H. Rahmat Basuki, MMKes, pada Senin (23\/12), mengakibatkan permintaan tersebut ditolak, meskipun keluarga pasien mengaku telah memenuhi semua syarat administrasi. Penolakan ini membuat keluarga pasien kecewa. Aris, salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28533,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28532"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28532"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28534,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28532\/revisions\/28534"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}