{"id":2855,"date":"2018-09-07T05:10:44","date_gmt":"2018-09-07T05:10:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=2855"},"modified":"2018-09-07T05:19:33","modified_gmt":"2018-09-07T05:19:33","slug":"radar-sumatera-heboh-perbup-yang-picu-kontraversi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-sumatera-heboh-perbup-yang-picu-kontraversi\/","title":{"rendered":"RADAR SUMATERA :  HEBOH PERBUP YANG PICU KONTRAVERSI"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH,\u00a0<\/strong><a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>&#8212;Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, kembali me ngeluarkan ketentuan kontroversial. Kali ini terkait rumah makan dan minum: lelaki dan perempuan non muhrim duduk satu meja disebut haram, pramusaji dilarang melayani pelanggan perempuan di atas pukul 21.00, dan pramusaji perempuan dilarang bekerja di atas pukul 21.00 WIB.<\/p>\n<div id=\"attachment_2856\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-2856\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2856 size-full\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/103297181_gettyimages-476434962.jpg\" alt=\"\" width=\"590\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/103297181_gettyimages-476434962.jpg 590w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/103297181_gettyimages-476434962-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 590px) 100vw, 590px\" \/><p id=\"caption-attachment-2856\" class=\"wp-caption-text\">Seorang perempuan duduk bersama seorang pria di sebuah restoran di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Hal seperti ini dilarang di Kabupaten Bireuen, Aceh, kecuali jika mereka suami-istri atau keluarga.<\/p><\/div>\n<p>Ketentuan-ketentuan baru itu bertajuk &#8216;standarisasi warung kopi\/cafe dan restoran sesuai syariat Islam&#8217; yang disahkan oleh Bupati Bireuen, Saifannur, pada Kamis (30\/8).<\/p>\n<p>Perempuan dan pria diperbolehkan duduk satu meja di warung kopi atau restoran jika mereka muhrim (suami-isteri atau saudara sedarah). Perempuan juga bisa dilayani di atas pukul 21.00 jika ditemani suami atau anggota keluarganya.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut segera menjadi pembicaraan dan ditentang sejumlah kalangan masyarakat, yang menganggap bupati Bireun sudah terlalu berlebihan membuat aturan tentang syariat.<\/p>\n<p>Murni, aktivis perempuan dari lembaga GASAK, misalnya, menilai kebijakan bupati Bireun tersebut membatasi ruang lingkup pekerja perempuan.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah jangan asal mengeluarkan kebijakan. Bagaimana dengan kami yang misalnya punya tamu dari luar dan memang harus ketemu di warung kopi atau kafe,&#8221; kata, Murni kepada wartawan di Aceh.<\/p>\n<p>Menurut Murni, hampir seluruh ketentuan baru dikeluarkan bupati ini tidak masuk akal, karena diskriminatif terhadap kaum perempuan, padahal mereka juga banyak yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.<\/p>\n<div id=\"attachment_2857\" style=\"width: 530px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-2857\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2857 size-full\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/103298904_gettyimages-476434956-1.jpg\" alt=\"\" width=\"520\" height=\"292\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/103298904_gettyimages-476434956-1.jpg 520w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/103298904_gettyimages-476434956-1-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 520px) 100vw, 520px\" \/><p id=\"caption-attachment-2857\" class=\"wp-caption-text\">Melalui kebijakan bertajuk &#8216;standarisasi warung kopi\/cafe dan restoran sesuai syariat Islam&#8217;, Bupati Bireuen, melarang pelayan restoran melayani pelanggan perempuan di atas pukul 21.00 kecuali yang bersangkutan ditemani suami atau anggota keluarganya.<\/p><\/div>\n<p>&#8220;Untuk tidak melayani perempuan setelah pukul 21.00 WIB, dan mengharamkan perempuan duduk satu meja dengan laki-laki, itu tidak masuk akal. (Kalau masalahnya zinah) Memangnya perempuan saja yang berbuat dosa (sehingga dibatasi hanya sampai jam 21.00)? Lalu, sesama laki-laki juga bisa bermaksiat, kali,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Hal lain, dia menambahkan, haram atau halal merupakan kewenangan lembaga ulama yang punya otoritas fatwa, bukan dari bupati.<\/p>\n<p>Pendapat senada diutarakan salah seorang pengusaha, Syarifah Reynisa.<\/p>\n<p>Dia mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di luar, seperti warung kopi atau kafe, untuk rapat dengan rekanannya. Larangan pemerintah dinilainya membatasi kaum hawa untuk berkembang.<\/p>\n<p>&#8220;Rapat di tempat terbuka seperti kafe atau warung kopi kan lebih santai. Terus kalau dilarang siapa yang akan membantu ekonomi keluarga kami? Apa pak bupati ?&#8221; kata Syarifah.<\/p>\n<p>@reda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH,\u00a0Jawara Post&#8212;Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, kembali me ngeluarkan ketentuan kontroversial. Kali ini terkait rumah makan dan minum: lelaki dan perempuan non muhrim duduk satu meja disebut haram, pramusaji dilarang melayani pelanggan perempuan di atas pukul 21.00, dan pramusaji perempuan dilarang bekerja di atas pukul 21.00 WIB. Ketentuan-ketentuan baru itu bertajuk &#8216;standarisasi warung kopi\/cafe [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2858,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3,8,5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2855"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2855"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2855\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2863,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2855\/revisions\/2863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}