{"id":30356,"date":"2025-11-05T07:10:31","date_gmt":"2025-11-05T00:10:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=30356"},"modified":"2025-11-05T07:10:31","modified_gmt":"2025-11-05T00:10:31","slug":"air-mata-seorang-ibu-di-probolinggo-harapan-mulia-yang-berujung-luka-di-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/air-mata-seorang-ibu-di-probolinggo-harapan-mulia-yang-berujung-luka-di-pesantren\/","title":{"rendered":"Air Mata Seorang Ibu di Probolinggo,: Harapan Mulia yang Berujung Luka di Pesantren"},"content":{"rendered":"<p><strong>PROBOLINGGO<\/strong>, <em>Jawara Post<\/em> \u2014 Di sebuah rumah sederhana di pinggiran Kabupaten Probolinggo, seorang ibu menunduk pilu. Tangannya menggenggam erat foto putrinya yang masih belia\u2014santriwati yang dulu ia antar ke pondok dengan penuh harap dan doa.<\/p>\n<p>Ia tak pernah menyangka, tempat yang ia percaya sebagai rumah ilmu dan moral, justru meninggalkan luka mendalam bagi buah hatinya.<br \/>\n\u201cAnakku ingin jadi hafidzah, ingin jadi orang yang dekat dengan Allah,\u201d lirih sang ibu dengan suara bergetar. \u201cTapi siapa sangka, di tempat itu justru air matanya menetes dalam ketakutan.\u201d<\/p>\n<p>Harapan yang dulu tumbuh subur kini layu disiram kabar memilukan: sang anak diduga menjadi korban perlakuan tak senonoh oleh pengasuh pesantren yang semestinya menjadi teladan.<\/p>\n<p>Kasus ini menyeret nama Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam, Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Polisi telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk pengasuh pesantren, setelah laporan dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati mencuat ke publik.<\/p>\n<p>Bagi sang ibu, setiap malam kini hanya diisi tangis dan doa. Ia teringat bagaimana ia melepas putrinya dengan senyum, menitipkan harapan agar kelak sang anak tumbuh menjadi manusia yang mulia.<br \/>\n\u201cTiap bulan saya kirim uang hasil jual sayur. Saya pikir, cukup asal anak saya bisa mondok, bisa dekat sama agama. Tapi ternyata malah begini,\u201d katanya menahan isak.<\/p>\n<p>Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan berbasis agama. Pesantren yang seharusnya menjadi taman akhlak kini ternoda oleh ulah segelintir oknum.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga luka sosial dan moral. Masyarakat menuntut keadilan dan pembersihan nama baik pesantren dari orang-orang yang mencederai maknanya,\u201d ujar salah satu tokoh masyarakat Gending.<\/p>\n<p>Kini, dinding hijau pesantren itu berdiri dalam diam. Namun di balik diamnya, tersimpan gema pertanyaan yang menyesak di dada banyak orang:<br \/>\nBagaimana mungkin tempat yang mengajarkan taqwa justru menorehkan trauma?<br \/>\nDi mana letak hati nurani mereka yang seharusnya membimbing, bukan melukai?<\/p>\n<p>Sang ibu menatap kosong ke luar jendela. Ia tak tahu bagaimana memulihkan luka anaknya, tapi satu hal ia yakini:<br \/>\n\u201cAllah tidak tidur. Kalau manusia menutup mata, langit pasti melihat,\u201d ucapnya pelan.<\/p>\n<p>Dan mungkin, dari air mata seorang ibu itulah kita diingatkan \u2014 bahwa setiap kali nurani mati, keimanan sejati pun ikut terkubur. (Fik)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROBOLINGGO, Jawara Post \u2014 Di sebuah rumah sederhana di pinggiran Kabupaten Probolinggo, seorang ibu menunduk pilu. Tangannya menggenggam erat foto putrinya yang masih belia\u2014santriwati yang dulu ia antar ke pondok dengan penuh harap dan doa. Ia tak pernah menyangka, tempat yang ia percaya sebagai rumah ilmu dan moral, justru meninggalkan luka mendalam bagi buah hatinya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30356"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30359,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30356\/revisions\/30359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}