{"id":31719,"date":"2026-07-28T14:55:26","date_gmt":"2026-07-28T07:55:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=31719"},"modified":"2026-07-28T14:55:26","modified_gmt":"2026-07-28T07:55:26","slug":"melerik-masa-kejayaan-karesidenan-besuki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/melerik-masa-kejayaan-karesidenan-besuki\/","title":{"rendered":"Melerik Masa Kejayaan Karesidenan Besuki"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Rumah Dinas Wedana Besuki: Bagian dari Kompleks Pemerintahan Kawedanan Besuki (Pendopo Pate Alos)<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>BANGUNAN<\/strong> yang saat ini berada di sebelah barat Pendopo Pate Alos (eks Kantor Kawedanan Besuki) merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan pemerintahan di Besuki. Berdasarkan keterangan sejumlah narasumber yang diperoleh melalui wawancara sejarah lisan, bangunan tersebut pada mulanya merupakan Rumah Dinas Wedana Besuki dan menjadi satu kesatuan kompleks dengan Kantor Kawedanan Besuki. Kesatuan fungsi tersebut tercermin dari letak kedua bangunan yang berdampingan serta pola penataan kawasan pemerintahan yang lazim diterapkan pada masa kolonial Hindia Belanda. Setelah fungsi pemerintahan mengalami perubahan, bangunan ini tidak lagi digunakan sebagai rumah dinas pejabat kawedanan. Dalam perkembangannya, bangunan tersebut sempat difungsikan sebagai asrama Kepolisian Republik Indonesia, sebelum akhirnya sekitar tahun 2015 dialihfungsikan menjadi gedung sekolah yang kini digunakan oleh SMPN 3 Besuki.<\/p>\n<p>Secara historis, keberadaan Rumah Dinas Wedana tidak dapat dipisahkan dari perjalanan administrasi pemerintahan Besuki. Wilayah Besuki pernah menjadi Kabupaten Besuki sejak tahun 1818 hingga 1869. Setelah reorganisasi pemerintahan kolonial, Kabupaten Besuki digabungkan dengan Kabupaten Panarukan sehingga pusat pemerintahan kabupaten berpindah mengikuti kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya, berdasarkan perkembangan administrasi pemerintahan, wilayah tersebut tetap menjadi pusat Kawedanan Besuki, sebuah wilayah administratif di bawah kabupaten yang dipimpin oleh seorang Wedana. Lembaga kawedanan tetap bertahan hingga dihapuskan melalui kebijakan penataan pemerintahan pada era 1990-an dan secara efektif berakhir pada tahun 1996. Adapun Kabupaten Panarukan secara resmi berganti nama menjadi Kabupaten Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1972. Keberadaan rumah dinas Wedana Besuki juga memperoleh penguatan dari sumber tertulis pada masa kolonial. Dalam catatan perjalanan R.M.A. Purwalelana yang kemudian dikutip oleh F.A. Soetjipto, dijelaskan bahwa kawasan pemerintahan Besuki tersusun dalam satu kompleks yang terdiri atas rumah bupati dan rumah residen.<br \/>\n&#8220;&#8230;rumah kabupaten dan karesidenan berdampingan dan semuanya menghadap ke utara. Rumah karesidenan tersebut berada agak ke sebelah timur, oleh karenanya tidak menghadap alun-alun.&#8221;<br \/>\n(Purwalelana dalam Soetjipto, 1975).<\/p>\n<p>Meskipun kutipan tersebut tidak secara eksplisit menyebut rumah Wedana, gambaran tata ruang pemerintahan menunjukkan bahwa kawasan alun-alun Besuki telah berkembang sebagai pusat administrasi sejak abad ke-19. Seiring perubahan status pemerintahan dari kabupaten menjadi kawedanan, kompleks pemerintahan tersebut diduga tetap dimanfaatkan dengan penyesuaian fungsi bangunan. Rumah kabupaten atau rumah pejabat pemerintahan yang tidak lagi digunakan pada tingkat kabupaten kemungkinan dialih-fungsikan menjadi rumah dinas Wedana sebagai kepala pemerintahan kawedanan.<\/p>\n<p>Dugaan tersebut diperkuat oleh karakteristik arsitektur bangunan yang masih memperlihatkan ciri khas rumah dinas pejabat kolonial, antara lain denah memanjang, beranda depan yang luas (voorgalerij), langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara, bukaan pintu dan jendela berukuran besar, serta orientasi bangunan yang menghadap kawasan pemerintahan. Pola arsitektur seperti ini umum ditemukan pada rumah dinas pejabat pribumi maupun pejabat kolonial di berbagai pusat pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Selain bukti arsitektural, peta-peta kolonial juga memperlihatkan bahwa kompleks pemerintahan Besuki terdiri atas beberapa bangunan yang mengelilingi alun-alun, meliputi pendopo, kantor pemerintahan, rumah pejabat, serta fasilitas pendukung lainnya. Dengan demikian, bangunan yang kini berada di sebelah barat Pendopo Pate Alos merupakan bagian integral dari kompleks pemerintahan Kawedanan Besuki yang memiliki fungsi sebagai Rumah Dinas Wedana Besuki sebelum mengalami perubahan fungsi pada masa-masa berikutnya.<\/p>\n<p>Walaupun pada Peta Kolonial Kaart van de hoofdplaats Besoeki en omstreken (1884) tidak terdapat simbol atau penanda bangunan yang dapat diidentifikasi sebagai Rumah Dinas Wedana Besuki, dan hingga saat ini juga belum ditemukan sumber primer berupa besluit, gambar denah, maupun daftar inventaris bangunan yang secara eksplisit menyebut keberadaan bangunan tersebut sebagai Rumah Dinas Wedana Besuki, hasil kajian yang memadukan sumber sejarah lisan, analisis tata ruang kawasan, karakteristik arsitektur bangunan, serta konteks perkembangan kompleks pemerintahan kolonial di Besuki memberikan indikasi yang kuat bahwa bangunan tersebut merupakan bagian dari kompleks pemerintahan Kawedanan Besuki. Bangunan ini memiliki nilai penting dalam merepresentasikan sejarah administrasi pemerintahan di Besuki, khususnya pada masa Kawedanan Besuki. Atas nilai penting sejarah arsitektur (masa gaya), dan kebudayaannya, bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten berdasarkan Keputusan Bupati Situbondo Nomor 188\/392\/P\/004.2\/2020.<\/p>\n<p>Daftar Pustaka<br \/>\n&#8211; Purwalelana. Babad Lelampahanipun Purwalelana. Dikutip dalam F.A. Soetjipto. Kota-kota Pantai di Sekitar Selat Madura (Abad XVII sampai Medio Abad XIX). Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, 1975.<br \/>\n&#8211; Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indi\u00eb. Berbagai edisi (akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20), bagian Binnenlandsch Bestuur.<br \/>\n&#8211; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1972 tentang Perubahan Nama Kabupaten Panarukan Menjadi Kabupaten Situbondo.<\/p>\n<p>(<em>Halil Besuki<\/em>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Dinas Wedana Besuki: Bagian dari Kompleks Pemerintahan Kawedanan Besuki (Pendopo Pate Alos) BANGUNAN yang saat ini berada di sebelah barat Pendopo Pate Alos (eks Kantor Kawedanan Besuki) merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan pemerintahan di Besuki. Berdasarkan keterangan sejumlah narasumber yang diperoleh melalui wawancara sejarah lisan, bangunan tersebut pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31719"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31721,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31719\/revisions\/31721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}