{"id":3731,"date":"2018-09-29T19:26:26","date_gmt":"2018-09-29T19:26:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=3731"},"modified":"2018-09-29T19:34:17","modified_gmt":"2018-09-29T19:34:17","slug":"radar-sulawesi-lima-fakta-gempa-palu-donggala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-sulawesi-lima-fakta-gempa-palu-donggala\/","title":{"rendered":"RADAR SULAWESI :  Lima Fakta Gempa Palu Donggala"},"content":{"rendered":"<div class=\"td-header-wrap td-header-style-1 \">\n<div class=\"td-header-menu-wrap-full td-container-wrap \">\n<div class=\"td-header-menu-wrap td-header-gradient td-affix\">\n<div class=\"td-container td-header-row td-header-main-menu\">\n<div class=\"header-search-wrap\">\n<div class=\"td-search-btns-wrap\"><strong>SULTENG<\/strong>,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan gempa tsunami menejang Pantai Talise, Palu dan Pantai di Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28\/9).<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"td-main-content-wrap td-container-wrap\">\n<div class=\"td-container td-post-template-2\">\n<article id=\"post-80912\" class=\"post-80912 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-headline category-nasional category-uncategorized tag-gempa tag-palu tag-tsunami\">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span8 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p>Tsunami di kedua pantai ini terjadi setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan setelah mengonfirmasi kepada BMKG, dibenarkan tsunami yang menerjang pantai.<\/p>\n<p>\u201cPosko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala. Beberapa video yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di sosial media mengenai tsunami di Kota Palu dan Donggala adalah benar. TIM sudah terjun kelokasi, begitu pula tim tim lain, sedang TNI\u00a0 sudah menerjunkan tim bersama dokter sepecialis,\u201d ujarnya dalam keterangan resminya.<\/p>\n<p>Sutopo menambahkan gempa tsunami tersebut menimbulkan korban jiwa.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-sulawesi-lima-fakta-gempa-palu-donggala\/sutopo-purwo-nugroho\/\" rel=\"attachment wp-att-3732\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-3732 alignleft\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sutopo-Purwo-Nugroho-300x175.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"175\" srcset=\"https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sutopo-Purwo-Nugroho-300x175.jpg 300w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sutopo-Purwo-Nugroho-240x140.jpg 240w, https:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sutopo-Purwo-Nugroho.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u201cLaporan sementara, terdapat 384 korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan,\u201d tambahnya, Sabtu (29\/08\/2018).<\/p>\n<p>Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan.<\/p>\n<p>Kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan. Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut.<\/p>\n<p>Kepala BNPB bersama pejabat <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">BNPB<\/a> berangkat ke Palu pada malam tadi melalui Makassar kemudian melanjutkan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helikopter.<\/p>\n<p>TNI pun mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Doggala. TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130. Basarnas menggerakan 30 personil bererta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat.<\/p>\n<p>Melansir Detik berikut ini adalah sejumlah fakta bergeraknya lempeng bumi di Pulau Sulawesi yang terjadi pada Jumat (28\/9\/2018) malam:<\/p>\n<p><em><strong>1. Disebabkan Bergeraknya Sesar Palu-Koro<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sesar Palu-Koro adalah patahan kerak bumi yang terbentang dari Teluk Palu hingga ke Lembah Koro. Ini adalah sesar aktif yang melewati Kota Palu, Toraja, Poso, dan Teluk Bone.<\/p>\n<p>Gempa bermagnitudo 7,4 di Donggala disebabkan oleh pergerakan Sesar Palu-Koro. Pergerakannya adalah sesar mendatar (slike-slip). Artinya, antara lempeng bumi satu dan lempeng bumi lain bergerak sejajar.<\/p>\n<p>\u201cDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palu-Koro,\u201d demikian pernyataan Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam keterangannya, Jumat (28\/9\/2018).<\/p>\n<p><em><strong>2. Mungkin Terpicu Gempa Sebelumnya<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan gempa di Kabupaten Donggala yang bermagnitudo 7,4 pada pukul 17.02 WIB bukanlah gempa susulan dari gempa sebelumnya, yakni yang terjadi pukul 14.00 WIB dengan Magnitudo 6.<\/p>\n<p>Keduanya punya pusat gempa yang berbeda. Namun, gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo itu bisa jadi dipicu oleh gempa 6 Magnitudo sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cTapi gempa bermagnitudo 6 itu bisa memicu terjadinya gempa 7,4 Magnitudo karena pusat gempanya berdekatan, tapi masih perlu kami kaji lagi,\u201d kata Dwikorita dalam jumpa pers di kantor BMKG Yogyakarta, Jumat (28\/9\/2018).<\/p>\n<p><em><strong>3. Mengakibatkan Tsunami di Palu<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Pascagempa bermagnitudo 7,4 di Donggala, tsunami terjadi dan menerjang Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah. Ketinggian air sekitar 3 meter.<\/p>\n<p>\u201cTinggi tsunami sekitar 3 meter,\u201d kata Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat akun Twiter-nya, Jumat (28\/9\/2018).<\/p>\n<p>Tsunami diperkirakan terjadi mulai pukul 17.22 WIB dan berakhir pukul 17.36 WIB. Rumah-rumah di Palu hancur diterjang tsunami itu. Dampak tsunami belum bisa didata.<\/p>\n<p><em><strong>4. Mengakibatkan Tsunami di Donggala<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Tsunami akibat gempa tak hanya terjadi di Palu. Tsunami juga menerjang Donggala, Sulawesi Tengah.<\/p>\n<p>\u201cTsunami telah menerjang Pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala,\u201d kata Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (28\/9\/2018).<\/p>\n<p><em><strong>5. Terasa sampai Pulau Kalimantan<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Berdasarkan penjelasan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Palu dan Mapaga pada III SIG (Skala Intensitas Gempa) BMKG, Donggala III SIG BMKG, Gorontalo dan Poso II SIG BMKG, Majene dan Soroako II SIG BMKG, Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, dan Sengkang II SIG BMKG, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara II SIG BMKG, Makassar, Gowa, dan Toraja I SIG BMKG.<\/p>\n<p>Skala Intensitas Gempa (SIG) BMKG merentang dari I sampai V. Skala I paling lemah dan V paling berat menimbulkan kerusakan.<\/p>\n<p><strong>KORBAN<\/strong> :\u00a0 \u00a0384 meninggal\u00a0 540\u00a0 luka berat\u00a0 \u00a029\u00a0 luka ringan<\/p>\n<p><strong>@Ivana<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SULTENG,\u00a0Jawara Post\u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan gempa tsunami menejang Pantai Talise, Palu dan Pantai di Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28\/9). Tsunami di kedua pantai ini terjadi setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan setelah mengonfirmasi kepada BMKG, dibenarkan tsunami yang menerjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3733,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[51],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3731"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3731"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3731\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3737,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3731\/revisions\/3737"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}