{"id":5270,"date":"2018-11-01T11:32:41","date_gmt":"2018-11-01T04:32:41","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=5270"},"modified":"2018-11-01T11:32:41","modified_gmt":"2018-11-01T04:32:41","slug":"radar-besuki-keragaman-haqiqi-masjid-gereja-berdampingan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-besuki-keragaman-haqiqi-masjid-gereja-berdampingan\/","title":{"rendered":"RADAR BESUKI: Keragaman Haqiqi, Masjid-Gereja Berdampingan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>\u00a0Jawara Post<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0&#8212;www.jawarapost.com&#8212;<\/strong><\/p>\n<p><strong>SEORANG<\/strong> lelaki mengenakan sarung, kopiah, dan membawa sajadah di tangannya. Dia berjalan kaki menuju Masjid Jami Syuhada yang ada di kampungnya. Sebelum sampai masjid, pria itu mengurangi suara langkahnya setiba di depan Gereja Kristen Jawa Wetan (GKJW) Jemaat Silirbaru, Pepanthan Kandangan.<\/p>\n<p>Lokasi masjid dan gereja di Dusun Sumberbopong, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, itu bukan hanya dekat, tapi memang bersisian persis dan hanya terpisah tembok pagar.<\/p>\n<p>Seperti halnya kedua tempat ibadah itu, sudah 18 tahun lebih dua umat beragama di desa itu hidup berdampingan. Tembok pembatas yang tingginya hanya 1,5 meter, tak lantas membatasi kedua umat untuk bisa bercengkerama.<\/p>\n<p>\u201dSudah belasan tahun berdampingan, tidak pernah ada gesekan,\u201d ungkap sesepuh Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Sudarmaji, 66.<\/p>\n<p>Selama ini, umat Islam dan Kristen di daerah itu saling menghormati keyakinan dan menghargai cara ibadah masing-masing umat. \u201dKami sudah berdampingan sejak tahun 2000. Kami ikuti ajaran kami yaitu Islam, lakum dinukum waliyadin. Islam punya toleransi yang tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menjaga situasi tetap kondusif, memang bukan perkara mudah. Pihak masjid maupun gereja, harus tanggap ketika ada isu miring soal agama. \u201dSaat ada isu SARA beberapa tahun lalu, daerah kami memang sempat memanas,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Untuk menjaga keamanan bersama, kedua tokoh umat beragama ini cepat bertemu dan memberikan pengertian kepada umatnya. Dengan cara itu, isu itu pun akhirnya bisa diredam.<\/p>\n<p>\u201dToleransi antarumat beragama ini tetap terus dijaga, dan diturunkan ke generasi selanjutnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bila di masjid atau gereja sedang mengadakan kegiatan, maka kerja sama pun digalakkan. Saat gereja ada kegiatan besar, maka jemaat Kristiani bisa memarkir kendaraannya di halaman masjid. \u201dSetiap ada kegiatan saling membantu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Mengapa kedua tempat ibadah itu dibangun berdampingan itu, bermula di tahun 1996. Saat itu, warga ingin membangun masjid di lahan yang saat itu masih kosong. \u201dKita mulai membangun masjid sekitar tahun 1996,\u201d terang Muhamad Munir, 55, Ketua Takmir Masjid Jami Syuhada.<\/p>\n<p>Empat tahun kemudian atau tepatnya tahun 2000, umat Kristiani di kampung tersebut yang kala itu berjumlah sekitar 10 kepala keluarga (KK), ingin membangun gereja. Takmir masjid dan warga Kristiani itu kemudian bertemu untuk merundingkan pembangunan gereja itu.<\/p>\n<p>\u201dTakmir masjid mengizinkan pembangunan gereja di samping masjid,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>GKJW Jemaat Silirbaru Pepanthan Kandangan resmi berdiri dan berdampingan dengan Masjid Jami Syuhada pada tahun 2000. Sejak itu, toleransi beragama ditanamkan oleh pengurus masjid dan gereja kepada jemaat.<\/p>\n<p>\u201dKita selalu menghargai, meski beda keyakinan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selama belasan tahun hidup berdampingan, sejumlah cara dilakukan agar kedua umat yang itu selalu nyaman dengan kondisi yang ada. Misalnya, saat hari-hari besar umat Islam seperti Idul Adha atau Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, maka pada hari itu pengurus gereja meniadakan ibadah pagi di gereja.<\/p>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\">\n<p>\u201dJika umat Kristen melaksanakan ibadah pada hari Minggu, maka kegiatan di masjid dihentikan dahulu. Yang pasti kami saling memberi pengertian,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Saat Ramadan, pengurus gereja juga memberikan makanan untuk berbuka kepada jamaah di masjid. Satu hal yang membuat jemaat Kristen terkesan, pengeras suara masjid diarahkan menjauhi gereja. Itu memperlihatkan pengurus masjid menghargai cara ibadah dan keberagaman yang ada.<\/p>\n<p>\u201dAlat pengeras suara juga agak kami jauhkan, agar tidak mengganggu kenyamanan umat Kristen beribadah,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Biro Banyuwangi\u00a0<\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Jawara Post \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0&#8212;www.jawarapost.com&#8212; SEORANG lelaki mengenakan sarung, kopiah, dan membawa sajadah di tangannya. Dia berjalan kaki menuju Masjid Jami Syuhada yang ada di kampungnya. Sebelum sampai masjid, pria itu mengurangi suara langkahnya setiba di depan Gereja Kristen Jawa Wetan (GKJW) Jemaat Silirbaru, Pepanthan Kandangan. Lokasi masjid dan gereja di Dusun Sumberbopong, Desa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5271,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3,7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5270"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5272,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5270\/revisions\/5272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}