{"id":6872,"date":"2018-12-13T15:04:18","date_gmt":"2018-12-13T08:04:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=6872"},"modified":"2018-12-13T15:07:20","modified_gmt":"2018-12-13T08:07:20","slug":"radar-ntb-taufiq-tekan-skpd-buat-sop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-ntb-taufiq-tekan-skpd-buat-sop\/","title":{"rendered":"RADAR NTB : Taufiq Tekan SKPD Buat SOP"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat NTB<\/strong>,\u00a0 <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u00a0&#8211; Dari hasil penilaian Ombudsman Perwakilan NTB yang menyebutkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terburuk dalam memberika pelayanan publik, memicu kritik pedas Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh. Taufiq.<\/p>\n<p>&#8220;Menurut Ombudsman, parameter penilaiannya ada pada SOP (standar operasional prosedur, red) dan keterbukaan publik. Ini kan mudah dibuat?,&#8221; ujar Taufiq sengit saat Rapat Pimpinan Daerah di Aula Kantor Bupati, Kamis (13\/12).<\/p>\n<p>Untuk itu, ia meminta SKPD untuk segera belajar tentang penyusunan SOP tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan yang begini-gini belajar ke Sumatera. Kalau di depan kita ada daerah yang lebih baik,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, ia meminta beberapa SKPD segera belajar ke kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram.<\/p>\n<p>&#8220;Susun hasilnya dalam bentuk laporan, kita tunggu tanggal 13 Januari untuk dipaparkan,&#8221; pungkas Taufiq.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan kekecewaannya.<\/p>\n<p>&#8220;Rasanya seperti terpukul sekali, prestasi banyak tapi penilaian ombudsman itu, kita yang terburuk,&#8221; ujar Fauzan.<\/p>\n<p>Fauzan menambahkan, bahwa info sementara yang ia peroleh, terburuknya penilaian atas pelayanan publik di Lombok Barat karena tidak jelasnya SOP dalam memberikan pelayanan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini seperti anomali saja,&#8221; keluhnya.<\/p>\n<p>Menurut Fauzan, penilaian terburuk dalam pelayanan publik oleh Ombudsnan tidak relevan dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.<\/p>\n<p>Menurutnya memberi contoh, di sektor kesehatan Lombok Barat mendapat penilaian 100% Puskesmas terakreditasi dan RSUD sudah paripurna. Begitu pula untuk pelayanan adminduk di Dukcapil, dan SKPD lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini yang harus diklarifikasi parameternya untuk menjadi bahan pembelajaran di masa mendatang,&#8221; ujar Fauzan.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, Ombudsman melakukan riset terhadap 199 Kabupaten\/Kota se-Indonesia. Untuk Ombudsman Perwakilan NTB, mereka menyasar 7 Kabupaten\/ Kota di NTB selama masa survey, yaitu Bulan Mei-Juli 2018.<\/p>\n<p>Dari hasil riset tersebut, Kabupaten Lombok Utara disebut berada pada ranking 14 Nasional dengan Kepatuhan Tinggi atau meraih point 93,82.<\/p>\n<p>5 Kabupaten di NTB berada pada zona kuning, dan Lombok Barat dinilai berada di ranking 162, atau terburuk dalam memberikan pelayanan publik.<\/p>\n<p>&#8220;Point kita hanya 44,68, jauh di bawah KLU bahkan lebih dari dua kali lipatnya,&#8221; keluh Fauzan.<\/p>\n<p><strong>Lalu Muhasan. NTB<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat NTB,\u00a0 Jawara Post\u00a0&#8211; Dari hasil penilaian Ombudsman Perwakilan NTB yang menyebutkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terburuk dalam memberika pelayanan publik, memicu kritik pedas Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh. Taufiq. &#8220;Menurut Ombudsman, parameter penilaiannya ada pada SOP (standar operasional prosedur, red) dan keterbukaan publik. Ini kan mudah dibuat?,&#8221; ujar Taufiq sengit saat Rapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6873,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6872"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6872"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6875,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6872\/revisions\/6875"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}