{"id":7864,"date":"2019-01-10T21:36:21","date_gmt":"2019-01-10T14:36:21","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=7864"},"modified":"2019-01-10T21:36:21","modified_gmt":"2019-01-10T14:36:21","slug":"radar-sunda-viral-ada-babi-ngepet-diatap-rumah-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-sunda-viral-ada-babi-ngepet-diatap-rumah-warga\/","title":{"rendered":"RADAR SUNDA :  VIRAL&#8230;&#8230;Ada Babi Ngepet&#8221; Diatap Rumah Warga"},"content":{"rendered":"<p><b>GARUT,\u00a0 \u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a><\/b>&#8211; Shio tahun babi tanah di awal tahun 2019, Warga Nitizen dihebohkan dengan kemunculan seekor babi yang disebut warga sebagai &#8220;Babi Ngepet&#8221; yang tiba tiba ada di atap rumah milik salah seorang warga di Kampung Cisanggiri, Kecamatan Cibalong, Garut.<\/p>\n<p>Penampakan babi &#8216;ngepet&#8217; itu ramai diperbincangkan di media sosial Facebook, setelah akun Sandy Santiko mengunggah video tentang babi tersebut.<\/p>\n<p>Dari penelusuran awak media, Rabu (09\/01\/2019) sore, ada dua video berkaitan yang diunggah sang pemilik akun Sandy Santiko. Video pertama berdurasi 1 menit 5 detik. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga tengah mengepung babi tersebut. Di akhir video, terlihat masyarakat memukuli babi itu hingga babi tersebut berdarah-darah.<\/p>\n<p>Sejak pertama diunggah pada Senin (07\/01\/2019) video tersebut telah disukai 860 orang dan sudah dibagikan lebih dari 3 ribu kali. Beragam komentar menghiasi unggahan itu. Bahkan sebagian warganet menyebutnya sebagai babi ngepet.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-7865 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/images-2-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"230\" height=\"219\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Lain di garebugan kudu nmh di tungkupan ku sarung lamn eta bagong ngepet rubah gera (harusnya bukan dipukulin, tapi di tutup pakai sarung. Kalau itu babi ngepet bakal berubah),&#8221; ujar akun Lina Rosemary dalam kolom komentar.<\/p>\n<p>Komentar lain, &#8220;Babi ngepet jigana. Maenya bisa hiber k luhur (Babi ngepet sepertinya. Masak, bisa terbang ke atas),&#8221; ujar akun Budi Doremifasol dalam kolom komentar.<\/p>\n<p>Sementara itu, video lainnya yang diunggah\u00a0 berdurasi 11 detik. Menunjukan seekor babi berada di atap rumah warga hingga terjatuh.<\/p>\n<p>&#8220;Duka ti mana asal usulna, duka kumaha mimitina, jeung duka timana datangna. Aya BAGONG mogok dina Suhunan. (Entah dari mana asal-usulnya, entah bagaimana awalnya, dan entah dari mana datangnya. Ada babi di atap genting DiKampung Cisanggiri Cibalong,&#8221; ujar pemilik akung Sandy Santiko dalam unggahan tersebut.<\/p>\n<p><strong>Berikut Video Babi berada di Atap Rumah warga\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" width=\"960\" height=\"720\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0EKCSJdWMDU?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah dikonfirmasi ke aparat polisi setempat, ternyata itu hanyalah babi hutan. Ridwan mengatakan, babi hutan tersebut akhirnya terpaksa dibunuh lantaran menyerang sejumlah warga. Babi hutan itu mati didor petugas.<\/p>\n<p>&#8220;Enggak ada itu babi ngepet. Itu babi hutan saja,&#8221; ujar Kapolsek Cibalong,\u00a0 AKP Ridwan Tampubolon, saat dihubungi awak media Rabu (09\/01\/2019).<\/p>\n<p>Ridwan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak percaya takhayul.<\/p>\n<p>&#8220;Check and recheck dulu informasinya. Kalau infonya belum jelas, kemudian disebarkan bisa jadi orang salah menafsirkan,&#8221; pungkas Ridwan.<\/p>\n<p><strong>Roely<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GARUT,\u00a0 \u00a0Jawara Post&#8211; Shio tahun babi tanah di awal tahun 2019, Warga Nitizen dihebohkan dengan kemunculan seekor babi yang disebut warga sebagai &#8220;Babi Ngepet&#8221; yang tiba tiba ada di atap rumah milik salah seorang warga di Kampung Cisanggiri, Kecamatan Cibalong, Garut. Penampakan babi &#8216;ngepet&#8217; itu ramai diperbincangkan di media sosial Facebook, setelah akun Sandy Santiko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":[],"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7864"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7867,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7864\/revisions\/7867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}