{"id":7987,"date":"2019-01-13T13:01:10","date_gmt":"2019-01-13T06:01:10","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=7987"},"modified":"2019-01-13T13:01:10","modified_gmt":"2019-01-13T06:01:10","slug":"radar-papua-pembangunan-patung-yesus-diberhentikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-papua-pembangunan-patung-yesus-diberhentikan\/","title":{"rendered":"RADAR PAPUA : Pembangunan Patung Yesus Diberhentikan"},"content":{"rendered":"<header>\n<div class=\"header\">\n<div class=\"header__top clearfix fixed\"><\/div>\n<\/div>\n<\/header>\n<div>\n<header>\n<div class=\"header\">\n<div class=\"header__top clearfix fixed\">\n<div class=\"sub__title\">\n<article class=\"detail container\">\n<div class=\"detail_text\">\n<div class=\"picdetail\">\n<div class=\"picdetail_desc\"><strong>JAYAPURA<\/strong>,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a> &#8212;\u00a0Pemerintah Provinsi\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Papua<\/a><\/strong>\u00a0melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memutuskan menghentikan proyak pembangunan\u00a0<strong>Patung Yesus<\/strong>\u00a0setinggi 33,3 meter di luas tanah dua hektare di Pantai Base-G, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Rencananya, patung tersebut akan dijadikan ikon <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">pariwisata<\/a>.<\/div>\n<\/div>\n<p>Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua Girius One Yoman, penghentian proyek itu disebabkan karena permasalahan hak ulayat di lokasi pembangunan yang tak kunjung selesai.<\/p>\n<p>&#8220;Bukan salah pemerintah, tetapi selalu ada pemalangan sehingga kami untuk berhenti dan nampaknya [ikon patung] tidak bisa turut menyemarakkan pelaksanaan\u00a0<strong>PO XX<\/strong>\u00a0pada 2020 di Papua sebagai salah satu tempat wisata,&#8221; kata Girius, Sabtu (12\/01\/2019).<\/p>\n<p>Menurut Girius, permasalahan utama justru terletak pada masyarakat setempat yang saling klaim soal hak ulayat di kawasan terkait. Padahal, pemerintah sudah siap membangun.<\/p>\n<p>&#8220;Masalah pembebasan lahan di lokasi pembangunan patung Yesus sudah dibayarkan kepada pemilik hak ulayat, namun masih ada pihak lain yang komplain,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Akibat dari permasalahan berlarut-larut itu, anggaran pembebasan lahan tak lagi masuk daftar pada 2019 dan pembangunan pun dihentikan.<br \/>\n<span id=\"detikdetailtext\"><br \/>\nGirius menjelaskan, ikon pariwisata berupa Patung Yesus ini awalnya dibangun sebagai tempat wisata bagi kontingen PON XX yang hendak berwisata, sehingga dapat menambah pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.<\/p>\n<p>Materi pembangunan Patung Yesus disebut akan dipesan dari luar Papua. Dinas PU pun telah melakukan kajian terhadap Patung Yesus lain yang ada di belahan dunia seperti di Brazil, Timor Leste dan Spanyol.<\/p>\n<p>Rencananya, ketika kawasan wisata ini selesai dibangun, diharapkan adanya pelataran atau halaman yang bisa digunakan sebagai tempat Kebaktian Kebangunan Rohani, kegiatan yang umum dilakukan oleh umat Katolik dan Nasrani, sehingga para wisatawan bisa datang ke Pantai Base-G sembari berwisata rohani.<\/span><\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/header>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div><strong>Jaymax<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA,\u00a0Jawara Post &#8212;\u00a0Pemerintah Provinsi\u00a0Papua\u00a0melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memutuskan menghentikan proyak pembangunan\u00a0Patung Yesus\u00a0setinggi 33,3 meter di luas tanah dua hektare di Pantai Base-G, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Rencananya, patung tersebut akan dijadikan ikon pariwisata. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua Girius One Yoman, penghentian proyek itu disebabkan karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7988,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7987"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7989,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7987\/revisions\/7989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}